Bela Teman, Remaja Ini Tusuk 2 Orang di Penginapan Pondok Impian

by -
Bela Teman, Remaja Ini Tusuk 2 Orang di Penginapan Pondok Impian
Polisi saat melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Gara-gara membela teman, remaja pria di bawah umur berinisial PU (16) warga Tanjungpandan, berurusan dengan polisi. Melihat temannya yang dipukul, PU nekat menusuk PY (21) dan AD (21) menggunakan pisau di Penginapan Pondok Impian (PI), Senin (29/3) malam lalu.

Saat ini, PU sudah ditahan oleh Polres Belitung, setelah dilaporkan oleh korban. Sedangkan kedua korban PY dan AD masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr H Marsidi Judono, usai terkena tusukan pisau itu.

Kanit PPA Satreskrim Polres Belitung Bripka Lartha Angela mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi yang melihat kejadian perkelahian berujung penusukan tersebut.

Wanita berjilbab ini menjelaskan, PU nekat melakukan penusukan karena membela kedua temannya yang sedang berkelahi. Yakni SP (20) dan RK (20). Awalnya SP dan RK mendatangi Penginapan Pondok Impian.

Lalu, SP bertemu dengan mantan istri yakni wanita berinisial ME (19). Entah apa yang terjadi, keduanya terlibat cekcok. Hingga akhirnya, ME memukul SP. Mengetahui peristiwa itu, rekan-rekan ME yang berada di kamar langsung keluar.

Kemudian, korban PY dan AD terlibat perkelahian dengan SP serta RK. Melihat RK dan SP kalah, PU yang saat itu berada di lokasi langsung mengambil pisau yang ada di dalam jok motornya. Setelah itu langsung mendatangi korban.

“Pelaku kemudian melakukan penusukan terhadap PY dan AD di bagian belakang. Setelah keduanya tergeletak, ketiganya langsung kabur. Hingga akhirnya polisi berhasil menangkap PU,” jelasnya.

Setelah melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti-bukti, PU ditetapkan sebagai tersangka. Dalam kasus ini Satreskrim Polres Belitung menjerat tersangka dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP Tentang Penganiayaan Berat.

“Ancaman lima tahun penjara. Namun lantaran pelakunya masih di bawah umur, maka akan dilakukan diversi (Memberikan Pendampingan hukum). Untuk barang bukti yang kita amankan salah satunya pisau yang digunakan tersangka dalam melakukan penusukan terhadap kedua korban,” pungkasnya. (kin)