Belajar Dari Sistem Pendidikan Negara Maju

ilustrasi. Foto : JPNN

Oleh: Eko Suwarno, S.Pd.
Guru SMA Negeri 1 Tanjung Pandan

RajaBackLink.com

DI NEGARA-negara berkembang, sektor pendidikan telah menjadi parameter kemajuan suatu negara. Sebab, dengan pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pula. Salah satu negara berkembang yang termasuk maju dan kompetitif adalah negara Cina. Karenanya, negara ‘Tirai Bambu’ tersebut telah sejak lama menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

“Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”. Pepatah ini, sering kita dengar.  Apalagi, Cina sejak dulu telah dikenal sebagai pusat pendidikan terbaik di dunia. Hal ini menandakan bahwa Tiongkok sejak lama menaruh perhatian besar terhadap masalah pendidikan, serta getol mencetak anak-anak berbakat dan berprestasi di tingkat dunia. Usaha yang dilakukan Tiongkok memang tidak tanggung-tanggung. Dalam beberapa kesempatan, Tiongkok memang tidak pernah memberi peluang kepada negara-negara barat untuk mengambil alih posisi teratas. Sehingga bukan rahasia lagi bahwa Tiongkok sejak dahulu hingga kini negeri tirai bambu ini dianggap sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Keunggulan Tiongkok dalam bidang pendidikan dan juga ekonomi dan budya, bukan baru terjadi di era modern seperti sekarang ini.

Dalam sejarahnya, Cina memang telah mempunyai sistem pendidikan yang sangat baik. Hal ini senada dengan yang beritakan oleh www.bbc.com. tertanggal 3 Desember 2013.  Selain itu juga berdasarkan informasi yang berasal dari www.ican-education.com. Cina menempati urutan kedua setelah Finlandia dalam urusan pendidikan secara keseluruhan. Salah satu bukti kehebatan pendidikan negeri tirai bambu ini ialah pendidikan menengah di Shanghai menduduki pertama dunia dalam kategori Sistem Pendidikan terbaik. Hal ini diketahui berdasarkan hasil survei standar pendidikan melalui Program for International Student Assessment (PISA) terhadap 34 negara di dunia. Tes tersebut diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang melibatkan para pelajar berusia 15 tahun. Tes tersebut telah memenuhi standar internasional yang meliputi pengujian terhadap beberapa pelajaran, seperti matematika, membaca, dan sains. Dari hasil survei tersebut diketahui bahwa Shanghai menduduki perangkat teratas secara keseluruhan, begitu pula secara spesifik dalam bidang matematika dan membaca.

Baca Juga:  Gubernur Resmikan SMKN 1 Sijuk

Sebagai yang terbaik, Tiongkok mampunyai skor yang sangat tinggi melampaui pesaing-pesaingnya, terutama Amerika Serikat, yang saat ini menjadi musuh perang dagang dengan negeri tirai bambu ini. Sementara itu, Indonesia harus puas dengan urutan ke-33 dan peringkat terbawah di duduki Peru. Skor pelajar Shanghai tersebut adalah 570. Padahal nilai standar untuk masing-masing bidang studi adalah 494. Untuk matematika., 496 untuk membaca, dan 501 untuk sains. Angka pelajar tersebut berada di atas rata-rata OECD. Selain Shanghai yang merupakan bagian integral dari Tiongkok, Hongkong  – yang notabene merupakan daerah otonomi Tiongkok – juga menduduki peringkat teratas kedua. Hongkong mendapatkan skor 545. Adapun posisi ketiga ditempati oelh negara kecil tetangga Indonedia,yakni Singapura dengan skor 542.

Beberapa fakta tersebut di atas memberikan penegasan kepada dunia bahwa Tiongkok adalah negara yang sukses dalam mengemban tujuan pendidikannya. Dalam hal ini, tujuan utama pendidikan Tiongkok adalah mempersiapkan pelajar-pelajarnya mengembangkan dirinya dalam dimensi moral, intelektual, fisik, serta estetika sesuai dengan bidang pekerjaannya kelak. Hal ini dimaksudkan agar kelak mereka bisa menjadi pekerja sosialis yang memiliki ideliasme, terdidik dan berbudaya, memiliki karakter kuat, serta disiplin.

Tidak hanya pendidikan menegahnya, Tiongkok juga memiliki banyak universitas unggulan bermutu tinggi kelas dunia. Salah satu universitas terbaik di sana adalah Peking University yang terletak di dekat distrik Haidian, yakni pinggiran barat ibukota Beijing. Berdasarkan QS World University Ranking pada tahun 2013/2014, Peking University berada diperingkat 46 dunia dengan skor 80,00 dan menduduki posisi ke-8 di kawasan Asia dengan skor 96,3. Adapun universitas terbaik kedua di tiongkok adalah Tsinghua University di mana berdasarkan QS World University Ranking 2013/2014, perguruan tinggi ini berada di posisi 48 dunia denga skor 79,7 dan peringkat ke-14 Asia dengan skor 93.9. Hal yang sangat mengejutkan lagi berdasarkan informasi oleh jurnalis Rani Hardjanti melalui www.news.okezone.com (08/06/2018), “Tsinghua University yang berlokasi di Beijing, Cina, mampu meroket tajam. Jika tahun lalu berada di posisi 25 maka tahun ini, 2018 berada di posisi 17, atau meroket 8 peringkat.”

Baca Juga:  SMPN 2 Badau Dinilai untuk Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2019

Sebagaimana pelajar-pelajar pada pendidikan menengah, prestasi mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut juga sangat baik dan prestisius. Sebab, mereka mempunyai fondasi ilmu pengetahuan yang telah dibentuk sedemikian rupa saat duduk di bangku sekolah menengah. Ketika masuk ke perguruna tinggi, mereka hanya tinggal mengembangkan ilmu pengetahuannya yang dimiliki sesuai dengan jurusan yang diambil.

Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas seperti Tiongkok memang bukanlah persoalan yang mudah. Apakah Indonesia bisa seperti Tiongkok? Sepanjang negeri tercinta ini memiliki keinginan kuat serta mendapatkan dukungan penuh dari negara, bukan tidak mungkin kualitas pendidikan di tanah air akan bisa seperti negeri ‘tirai bambu’ ini. Hanya saja, meningat sumber daya manusia yang masih rendah, hal ini menjadi penghambat untuk bersaing dengan negara-negara maju. Salah satu solusi yang bisa diambil ialah menghadirkan guru-guru yang berkualitas. Bukan semata-mata mempunyai ijazah dan telah memenuhi persyaratan menjadi guru. Lebih dari itu, mereka adalah orang-orang yang benar-benar berkompetensi dan memiliki profesiolisme yang siap mengabdi untuk pendidikan anak bangsa mencapai generasi emas tahun 20145 yang akan datang. Semoga! (*)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply