Belanja Beltim Hampir Rp 1 Triliun

by -

*Kenaikan Tertinggi pada Porsi Belanja Hibah
MANGGAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) akan mengalokasikan Rp. 907.130.868.878,36 untuk belanja pada Anggaran Perubahan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2015. Jumlah ini meningkat Rp. 97.794.518.016,36 atau 12,08 persen jika dibandingkan pada pagu anggaran APBD Induk yang hanya sekitar Rp 809.336.350.862.
Sekretaris Daerah Beltim, Talafuddin kepada wartawan, Kamis (20/8) mengungkapkan untuk Belanja Tidak Langsung, Pemkab Beltim menganggarkan total Rp 406.139.126.956,36, naik 7,4 persen dari yang sebelumnya dianggarkan pada APBD Induk yakni Rp 378.147.389.986.
Belanja Hibah mendapat porsi paling kenaikan paling besar yakni mencapai Rp 7.315.460.454 atau 43,75 persen. Sedangkan jumlah untuk Bantuan Keuangan kepada Provinsi/ Kabupaten/Kota, Pemerintahan Desa dan Partai Politik mencapai Rp 64.221.970.700, jumlah ini naik 41,44 persen atau sekitar Rp 18.816.142.283.
“Kenaikan pada Belanja Bantuan Kepada Pemerintahan Desa ini terdiri dari penyesuaian Alokasi dana Desa (ADD) dan Dana Desa dari Pemerintah. Kalau untuk Belanja Hibah kenaikan kita lakukan untuk mengakomodasi usulan proposal dari masyarakat dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” jelas Talafuddin.
Untuk Belanja Langsung, Ia menyebutkan Pemkab Beltim menganggarkan Rp 500.991.741.922. Jumlah ini naik Rp 69.802.781.046 dari yang diangggarkan di Pagu anggaran induk. Belanja Modal masih mendominasi kenaikan pengeluaran dengan total mencapai Rp 256.244.415.192.
“Kalau belanja pegawai prosentase kenaikannya hanya 4,07 persen, dari Rp 67.079.474.000 menjadi Rp 69.812.812.194.027. Mayoritas anggaran ini digunakan untuk meningkatkan honorarium Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Pegawai Honorer sesuai dengan upah minimun yang berlaku di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung,” ungkapnya.
Terpisah Bupati Beltim, Basuri T Purnama menyebutan kebijakan perubahan anggaran diorientasikan melalui pencapaian strategi pembangunan yang pro-growth (peningkatan pertumbuhan ekonomi), pro-job (peningkatan lapangan kerja), dan pro-environment (ramah lingkungan).
“Kita juga melakukan pengembangan program-program percepatan pengurangan kemiskinan (pro-poor) melalui program bantuan sosial berbasis keluarga, program pemberdayaan masyarakat, program pemberdayaan usaha kecil dan mikro, serta program pro rakyat. Prioritas ini tetap kita sinergikan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” papar Basuri.

Dalam belanja anggaran perubahan di bidang pendidikan, BTP juga mengatakan sudah menaikkan anggaran untuk beasiswa bagi keluarga tidak mampu serta menyesuaikan perubahan anggaran tambahan penghasilan guru PNSD dan tunjangan profesi guru.
“Dalam rangka pembedayaan masyarakat, kita juga menganggarkan investasi jangka panjang non permanen dalam bentuk dana bergulir kepada kelompok masyarakat atau perorangan untuk dua tahun ke depan. Pemberian pinjaman daerah kepada UMKM juga kita tingkatkan dengan total menjadi Rp 4,5 milyar. Kita fokus majukan ekonomi di Beltim, khususnya ekonomi kemasyarakatan,” tuntasnya. (feb/hms)