Belasan ABG Diciduk Petugas KPAI dan Sat Pol PP

by -

*Keluyuran Tengah Malam di Pasir Padi dan Jembatan Emas

PANGKALPINANG – Belasan anak baru gede (ABG) yang notabene masih dibawah umur diciduk petugas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Prov. Babel dan Sat Pol PP Prov. Babel Sabtu malam kemarin (25/3). Mereka yang terdiri dari 10 laki-laki dan 4 perempuan dijaring karena keluyuran di tengah malam dekat kawasan Pasir Padi dan Jembatan EMAS. Selain itu, terdapat 7 orang tanpa dilengkapi kartu identitas pun ikut diangkut dengan mobil dalmas Sat Pol PP Babel.

“Tujuan kita melakukan razia ini untuk mencegah anak dibawah umur yang berkeliaran di malam hari. Kita lakukan razia di kawasan yang dianggap rawan. Makanya kita juga bersinergi dengan Sat Pol PP untuk melakukan penindakkan tersebut,” ujar Ketua KPAI Babel, Sapta kepada wartawan usai razia pada Minggu dini hari kemarin (26/3).

Pantauan harian ini di lapangan, personil mulai bergerak pukul 23.00 WIB melakukan razia di kawasan Pasir Padi. Beberapa lokasi hiburan malam di sana ditelusuri. Namun, hanya didapati beberapa warga yang tidak dilengkapi dengan kartu identitas. Penanganan pun diserahkan ke Sat Pol PP karena KPAI lebih fokus pada sasaran anak dibawah umur.

Kemudian, masih di kawasan Pasir Padi, petugas akhirnya mendapatkan 2 ABG putri yang salah satunya diketahui masih bersekolah di salah satu SMA/SMK di Pangkalpinang tampa janjian dengan seorang pemuda. Dengan terpaksa mereka pun diangkut petugas. Drama pun terjadi, lantaran kedua remaja putri tersebut menangis histeris selama di dalam mobil dalmas karena tidak mau kegiatan mereka sampai diketahui oleh orang tuanya.

Razia pun berlanjut ke kawasan Jembatan EMAS. Ternyata, pada tengah malam tersebut banyak didapati ABG yang nongkrong baik itu di lokasi Jembatan EMAS atau di jalan masuk kawasan jembatan. Bahkan, petugas pun menemukan sebuah sajam yang diduga milik remaja yang berhasil melarikan diri dari razia.

Selain itu, petugas juga menggeledah sepeda motor yang mereka gunakan. Petugas menemukan arak. Bahkan, diantara para remaja tersebut, nafas mereka juga bau arak. Mereka yang rata-rata masih bersekolah dan berasal dari luar Pangkalpinang (seperti dari Kerakas atau Simpang Katis) diangkut ke markas Sat Pol PP Babel menggunakan mobil dalmas.

Di Markas Sat Pol PP, satu per satu petugas mendata para ABG dan warga tanpa kartu identitas yang berhasil mereka razia. Sementara itu, tim lainnya masih bergerak merazia tempat hiburan di dekat restoran Alim, namun hasilnya nihil.

Khusus untuk yang masih dibawah umur, KPAI Babel bersama Sat Pol PP akan melakukan pembinaan secara khusus. “Kita akan data mereka yang masih dibawah umur dan akan upayakan panggil orang tuanya. Kita akan melakukan pembinaan terhadap anak dibawah umur ini, bahwa apa yang mereka lakukan tidak baik dan bahkan bisa membahayakan diri mereka sendiri,” kata Sapta.

“Kita juga akan memberikan sosialisasi dan pendidikan kepada anak dibawah umur ini. Nanti akan kita data lagi dan akan kita minta keterangan atu per satu. Kemudian, mereka akan kita minta membuat pernyataan tertulis. Apabila ada pelanggaran lebih lanjut, bila sifatnya ke pidana, akan dikoordinasikan dan dilanjutkan ke kepolisian,” tambah Kepala Bidang Penegakkan Hukum Sat Pol PP Babel, Cipto Nugroho. (aka)