Beliadi Sesalkan RDP Insiden Sijuk Saling Tuding Antara Polisi dan Pol PP

by -
Beliadi Sesalkan RDP Insiden Sijuk Saling Tuding Antara Polisi dan Pol PP
Beliadi Sesalkan RDP Insiden Sijuk Saling Tuding Antara Polisi dan Pol PP
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP

belitongekspres, PANGKALPINANG – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP, menyesalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) “Insiden Sijuk” yang diinisiasi oleh DPRD Babel, Kamis (7/11/2019), pekan lalu. Pasalnya, RDP tersebut dijadikan tempat saling tuding antara Polisi dan Pol PP.

Beliadi, yang ikut hadir dalam RDP yang digelar di Ruang Badan Musyawarah, mengungkapkan, tidak sepantasnya kedua belah pihak lempar tangungjawab dan saling menyalahkan.

Informasi yang sampai ke telinganya, polisi mengaku tidak mendapat koordinasi. Namun demikian, Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Belitung Timur ini menilai, pokok permasalahan ini bukan pada koordinasi, namun lebih kepada pembiaran.

“Kalau selama ini sudah ditertibkan (oleh pihak kepolisian, Red), tentu Pol PP tidak perlu ke sana (wilayah penambangan di Sijuk yang diduga ilegal). Kan kepolisian diberi wewenang untuk menertibkan tambang. Tapi kanapa tidak dilakukan,” sesal Beli, sapaan akrab Beliadi.

Pihak kepolisian, lanjut Beli, memiliki sarana dan prasana yang sangat lengkap untuk menindak. Ironisnya, setelah terjadi hal seperti ini baru saling menyalahkan.

“Selama ini anda kemana? Kanapa dibiarkan? Tentu kalau sudah dilakukan langkah-langkah penertiban baik-baik sejak dini, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini,” ujarnya.

Beli lalu bertanya-tanya, kenapa pihak kepolisian tidak melakukan penertiban?

“Kenapa tidak dilakukan? Kenapa dibiarkan? Ada apa ?” tanyanya.

Ia pun menegaskan, bahwasannya penambangan ini bukan hanya baru berlangsung sehari dua hari. “Sudah terjadi begini, malah saling tunjuk salahkan sana sini,” ujarnya.

Beliadi menduga, apa yang terjadi antara Pol PP dan masyarakat pada tragedi kemarin adalah akibat pembiaran yang dilakukan aparat kepolisian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakapolda Babel, Kombes Slamet, dalam RDP sempat menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan proses hukum terhadap kasus kerusuhan dan anarkis tersebut.

“Tidak ada dari kepolisian menganggap remeh masalah ini, tidak ada dari kepolisian yang ingin lambat, baik dari Polda maupun dari Polres Belitung masih melakukan penyelidikan,” tegasnya.

Wakapolda menyebutkan, pihaknya sedang mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat dan telah melakukan olah TKP untuk pengumpulan barang bukti. “Jadi semua masalah pidana kita angkat semuanya nanti, masalah pembakaran, masalah pengeroyokan, pengrusakan sama nanti,” terangnya.

Ia mengungkapkan, hal yang menyebabkan proses hukum berjalan agak lambat yakni, salah satunya tidak adanya koordinasi dengan pihak kepolisian pada saat melakukan penertiban tambang ilegal di kawasan itu.

“Terkait dengan koordinasi, tolong kawan-kawan dari Satpol PP untuk bisa dikomunikasikan dan berkoordinasi dengan baik sehingga apabila kita melaksanakan kegiatan, ada backup dari kita petugas aparat untuk bisa membantu itu, apabila terjadi tindakan anarkis, tindakan yang melanggar hukum,” jelasnya. (jua/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *