Belitong Krisis Musisi Lagu Daerah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN-Perkembangan pariwisata Belitong terus meningkat. Seharusnya perkembangan itu dibarengi dengan seni, yaitu seni musik daerah. Beberapa lagu daerah yang sudah dikenal seperti lagu “Kepice”, lagu “Satam”, seharusnya gairahnya dihidupkan kembali.
Permehati musik di Belitong Billitonie Bahari mengatakan, perlu ada sebuah action kembali untuk menghidupkan gairah lagu daerah. Sebab, lewat lagu daerah inilah sebuah daerah bisa terkenal, apalagi Belitong ini andalannya sektor pariwisata.
“Saya sangat menginginkan ada lomba cipta lagu daerah. Saya akan kemas nanti dengan instansi terkait dengan teman-teman yang punya ide,” ujar Bililitonie di sela-sela menghadiri acara Festival Ngeremas di SMKN 1 Tanjungpandan, Sabtu (17/1) kemarin.
Untuk menuju pariwisata Belitong yang lebih baik, tidak lepas dari kreatifitas anak bangsa. Ia sangat memuji penampilan para band yang tampil pada acara tersebut. “Sangat potensial menunjukan kreatifitasnya. Selaku pengamat musik, itu perlu di suport. Mereka cikal bakal musisi, pencipta lagu Belitong ke depan,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Artis Belitong (ISABEL) ini.
Kalau dulu pernah ada Abdul Hadi sang pencipta lagu Satam, dan Abu Bakar pencipta lagu Kepice. Tapi saat ini masih bisa dihitung jari musisi Belitong, terutama pencipta lagu daerah. Yang masih ada di ntaranya, Bilitonie Bahari, Sidik, Jhonie Rodith, dan beberapa musisi lain.
Saat ini Belitong perlu menyiapkan diri agar perkembangan musik di Belitong lebih baik. Ajang Ngeremas, tidak menutup kemungkinan akan menambah karya lagu daerah dan musisi Belitong yang pernah ada.
“Ditambah kemasan karya lokal, kosa kata atau album lagu daerah, yang dibutuhkan Belitong. Tanpa seni wisata tak ada artinya. Mungkin dengan awal begini akan muncul musisi lokal yang dibawa ke nasional,” tukasnya.(ade)

Baca Juga:  Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Badau Gelar Patroli Rutin

Rate this article!
Tags:
author

Author: