Belitung Ekspor Kerapu Capai 90 Ton Pada 2019

by -
Belitong Ekspor Kerapu Capai 90 Ton Pada 2019
BUDIDAYA IKAN KERAPU: Masyarakat pembudidaya ikan Kerapu di Kabupaten Belitung kini akhirnya bergairah lagi. Bupati Sahani Saleh dan Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet, saat meninjau budidaya ikan Kerapu di Pulau Rengit Desa Pegantungan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jumlah ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Belitung dari awal tahun hingga Desember 2019 telah mencapai 90 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, mengatakan, sejauh ini telah dilakukan sebanyak enam kali ekspor langsung kerapu hidup ke Hong Kong.

“Hong Kong masih menjadi negara tujuan ekspor kerapu hidup di dunia, termasuk kerapu dari Indonesia,” katanya saat ditemui belitongekspres.co.id, Selasa (10/12) kemarin.

Lebih lanjut dijelaskannya, adapun komoditi jenis kerapu yang diekspor tersebut antara lain kerapu cantang, kerapu cantik, dan kerapu macan dengan harga yang bervariasi.

“Mulai dari Rp90 ribu sampai Rp200 ribu, tergantung kualitas, jenis dan ukuran. Jadi tidak ada yang dominan, hampir semuanya sama,” jelasnya.

Kemudian, kata dia, stok ikan Kerapu di Kabupaten Belitung saat ini ada sekitar 45 hingga 50 ton yang siap diekspor.

Disampaikannya pula, saat ini terdapat sebanyak 153 pembudidaya ikan kerapu di Kabupaten Belitung. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 100 saja yang aktif, sedangkan sisanya kebetulan masih kosong.

“Mereka cukup produktif, jadi yang tidak aktif tersebut bukan tidak berjalan. Hanya kondisinya saat ini masih kosong saja,” katanya.

Sedangkan pada tahun 2020 pihaknya menargetkan ekspor kerapu dari wilayah itu sebanyak 120 ton.

“Kami yakin target ini tercapai, karena jelang perayaan Imlek nanti di 2020 permintaan kerapu dari Hong Kong bisa meningkat tiga kali lebih banyak,” ujarnya.

Editor: Subrata
Reporter: Doddy Pratama