Belitung Harus Minimalkan Kesenjangan Sosial

by -

*Sebagai Bentuk Fokus Program Kasus Kemiskinan, Kematian Bayi dan Pendidikan

TANJUNGPANDAN- Program pemerintah pusat dan daerah dalam meminimalisir kesenjangan sosial seperti kemiskinan, kematian bayi maupun pendidikan, justru belum menunjukkan gejala perubahan. Fenomena ini berangkat  dari indikator pembangunan suatu daerah, khususnya di Kabupaten Belitung.
Sekretaris Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Juaidi MSI menyatakan, ada tiga indikator pembangunan daerah yang dinilainya masih di bawah rata-rata Provinsi. Yakni, kemiskinan, kematian bayi dan rata-rata lama sekolah.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Belitung ini masih di bawah rata-rata. Jadi, bagaimana pemerintah daerah bisa menuntaskan sektor ekonomi daerah. Sehingga bisa menekan angka kemiskinan itu,” paparnya di hadapan sejumlah peserta kegiatan Forum SKPD atau Pra Musrenbang, Kamis (26/2) lalu yang berlangsung selama dua hari ini.
Menurutnya, angka kematian bayi dan rata-rata lama sekolah di Belitung, masih cukup tinggi. Sehingga hal ini akan menjadi perhatian bagi para stake holder di daerah. “Sasaran pembangunan Kabupaten Belitung Tahun 2016 ini, terutama dari segi pertumbuhan ekonomi daerah ditargetkan bisa mencapai 5,3 persen sampai 5,6 persen. Meski, di level nasional pertumbuhan ekonomi indonesia ditargetkan sebesar 6,1 persen,” ujarnya.
Selain itu, Juaidi menyebutkan, minimalisasi angka kemiskinan berdasarkan data Provinsi Kepulauan Babel tahun 2016 mendatang ditargekan sebesar 3,6 persen. Sebab, agak sulit mencapainya ketika dibuat menjadi 3,59 persen. “Angka pengangguran dan kematian bayi begitu juga. Dan untuk Kabupaten Belitung sendiri, kita targetkan 6,5 persen,” sebutnya.
Semua target perencanaan tersebut di atas, kata Juadi, tentu perlu suatu kebijakan, program dan kegiatan. Dengan begitu, target indeksial dalam sasaran pembangunan daerah bisa tercapai. “Dan ini juga perlu support dengan pembiayaan yang cukup, selain menjadi prioritas bagi pemerintah Provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, sekecil apapun rencana pembangunan daerah, dampaknya pasti ada. Baik itu bagi yang merencanakan maupun yang tidak terlibat sekalipun. “Karena itu, semuanya harus dilakukan secara bersama-sama. Ketika perencanaan kita baik, maka kita pasti akan menikmati hasil dari perencanaan itu. Begitu juga sebaliknya,” pungkasnya. (mg2)