Belitung Terima Bantuan 1 Alat PCR dari BNPB, Tapi Belum Bisa Digunakan Karena…

by -
Belitung Terima Bantuan 1 Alat PCR dari BNPB, Tapi Belum Bisa Digunakan Karena...
Bupati Belitung Sahani Saleh didampingi Sekda Belitung usai melihat 1 unit alat PCR dari BNPB tiba di RSUD dr H Marsidi Judono.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, menerima bantuan 1 unit mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Belitung.

Bupati Belitung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belitung, H Sahani Saleh mengatakan mesin PCR telah tiba di RSUD Marsidi Judono Belitung. Namun saat ini belum bisa dioperasikan karena masih ada beberapa tambahan-tambahan alat pendukung lainnya.

“Ini belum bisa digunakan, karena bukan hanya PCR itu saja, agar bisa dioperasikan, tetapi harus ada alat tambahan lainnya. Jadi mungkin mau tidak mau, kita harus nambah aksesoris itu dan harus dilengkapi,” kata H Sahani Saleh kepada Belitong Ekspres, Senin (04/12) kemarin.

Untuk melengkapi alat tersebut kata Bupati, RSUD H Marsidi Judono akan melengkapinya dan Pemkab Belitung akan membeli menggunakan APBD nantinya. “Itu satu alat tambahan paling mahal, Rp 700 juta lebih, nama alatnya ekstraksi. Itu tidak bisa langsung dibeli, harus sesuai aturan yaitu proses tender, kalau hanya Rp 200 juta mungkin cepat,” jelas Sanem sapaan karib Bupati Belitung.

Dikatakan Sanem, persoalan seperti ini bukan hanya alat medis, darurat, tetap harus mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa. Alat PCR ini nanti akan digunakan untuk masyarakat umum, bukan hanya untuk tracing atau lainnya. “Ya diperkirakan sekitar dua bulan barangnya baru bisa ready, dan itu bisa langsung dipergunakan,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr H Marsidi Judono dr Hendra SpAn mengatakan saat ini penggunaan alat PCR yang sudah bisa dilakukan di RSUD. Akan tetapi kapasitasnya kecil yakni dibawah 50 perhari. Bamun kalau alat PCR yang baru ini mampu 1000 perhari dalam memeriksa Covid-19 tersebut.

Menurut Hendra, alat PCR yang baru datang tersebut masih ada kekurangan alat aksesoris sekitar 20 item seperti mesin esktraksi, dan alat pendukung lainnya. “Mungkin sekitar Rp 2 miliar kita siapkan untuk 20 item alat-alat itu. Salah satunya kita akan gunakan mesin automatic itu dalam 30 menit kita bisa selesai periksa, kalau manual bisa sampai 4 jam, itu bisa optimalisasi pemeriksaan,” terangnya.

Dokter Hendra berharap untuk menunjang pariwisata Belitung, RSUD harus memiliki alat-alat tersebut. Karena wisatawan akan merasa aman, karena Belitung mempunyai alat yang mumpuni untuk memeriksa Corona. “Kalau bisa alat ini digunakan gratis untuk semua orang, jadi orang tau kalau dia positif atau negatif Covid-19,” tandasnya. (dod)