Beltim Belajar Hadirkan Puskesmas Sebagai Mall Orang Sehat

by -
Bupati Beltim Yuslih
Bupati Beltim Yuslih Ihza saat menyampaikan sambutan kegiatan Kunjungan Kerja di Banyuwangi.

belitongekspres.co.id, BANYUWANGI – Bagi sebagian orang, Puskesmas adalah tempat orang sakit berobat. Hal tersebut ternyata tidak berlaku di Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah daerah Kabupaten yang berada paling ujung pulau Jawa itu, justru menjadikan Puskesmas sebagai Mall Orang Sehat.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja. Menurutnya, inovasi tersebut diwujudkan dimasa kepemimpinan Bupati Muhammad Azwar Anas.

“Kalau secara teknis di Dinkes yang lebih mengetahui. Pengertiannya, orang sakit itu kan sebagian mentalnya sakit. Tapi kalau ke mall sudah sebagian mentalnya sembuh,” ujar Komang seusai paparan di hadapan Kunker Bupati Beltim, Selasa (19/11) kemarin.

Komang mengatakan, mall orang sakit bukan hanya diperuntukkan bagi orang sakit. Orang sehat justru paling disarankan datang kesana. “Kalau mereka kesana bukan untuk berobat tapi dalam rangka konsultasi, mempertahankan kesehatannya sehingga tugas Dinkes melalui Puskesmas tidak sulit-sulit. Cukup memberikan saran, masukan, informasi pola hidup agar masyarakat berjalan menuju taraf kesehatan yang diharapkan,” jelas Komang.

Menurut Komang, jika orang sakit yang memenuhi layanan kesehatan maka hal itu bukanlah masalah. Tetapi prinsip yang diharapkan adalah derajat kesehatan harus dijaga dari sejak sehat.

“Kalau sakit, ada masa rekoveri yang membutuhkan biaya. Tentunya biaya jadi mahal, segi waktu juga terbuang. Kemampuan beraktifitas juga hilang. Tapi kalau dia dalam kondisi sehat terus derajat kesehatan akan meningkat,” kata Komang.

Saat ini, beberapa puskesmas sudah melayani masyarakat di malam hari. Artinya, masyarakat bisa datang kapan pun ke puskesmas yang menampilkan konsep Mall Orang Sehat.

“Makanya bangunan puskesmas (di Banyuwangi) tidak seperti bangunan puskesmas umumnya. Boleh cari dan di foto dibuat seperti mall. Tidak seperti mau berobat sehingga nyaman,” tandasnya.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Beltim, Bayu Priambodo menyatakan kunker ke Kabupaten Banyuwangi dapat membuka wawasan guna membangun Kabupaten Beltim kedepan.

“Sebenarnya dari arahan pak Bupati (Yuslih) bahwa kita perlu kunker yang melibatkan banyak stakeholder. Banyuwangi dipilih bukan tanpa alasan karena segudang prestasi dan inovasi yang bisa kita terapkan di Beltim,” ujar Bayu.

Kunker ini juga menjadi studi komparasi dalam mempersiapkan Kabupaten kedepan. “Tahun depan kita akan menyusun rancangan teknokratik RPJMD untuk periode berikutnya. Dengan adanya studi komparasi ini, kita bisa menggali potensi kita yang bisa diaplikasikan. Intinya dapat melayani masyarakat,” jelas Bayu. (msi)