Beltim dan Belitung Siap Sinergi

by -

*Bangun Geopark, Bangun Ekonomi Daerah

utama-edisi-10-desember-2016-3
Penandatangan MoU oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza (kanan) dan Bupati Belitung, Sahani Saleh (kiri) yang disaksikan Ketua DPRD Beltim Tom Haryono (paling kanan) dan wakil Ketua DPRD Belitung Budi Prastiyo (paling kiri). Foto : Feb | BE

MANGGAR-Dua wilayah kabupaten yang berada yang berada di wilayah Kepulauan Belitong, yakni Belitung Timur dan Belitung, sudah sepakat untuk bersinergi membangun Negeri Laskar Pelangi. Momentum memperjuangkan sejumlah wilayah di Kepulauan Belitong ini sebagai kawasan Geopark nasional dan internasional itu, menunjukkan kekompakan dan sepemahaman tentang pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Untuk langkah awal menuju Geopark nasional dan selanjutnya Geopark Global Unesco¬†(Unesco Global Geopark), kedua Pemerintahan daerah itu dengan dukungan penuh Yayasan ITB’81, melakukan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama (MoU) pembangunan antar daerah. Penandatanganan dilaksanakan di ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Beltim, Jumat (9/12) petang, kemarin.

Kerjasama ini disambut baik oleh semua pihak. Dua pemda berkomitmen untuk melakukan suksesnya Geopark di Pulau Belitong. Penandatangan dilakukan oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza SE dan Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem).

Kedua Bupati ini senada mengatakan, akan berkomitmen melakukan pengembangan Geopark nasional dan geopark Global Unesco terkhusus untuk Pulau Belitung. “Ini adalah langkah awal kita. Dan Nota kesepakatan yang akan dijalankan ini merupakan dasar hukum untuk dapat memanfaatkan sumber kemampuan dan potensi dibidang sosial, budaya, pariwisata, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal. Ini guna mengisi dan melengkapi serta memperkuat satu sama lain dapat terwujud tujuan bersama sesu fungsi dan potensi, kerana itu perlu suatu kerjasama yang sinergis,” ungkap Yuslih usai penandatanganan di sela-sea Seminar Geopark, Jumat (9/12) kemarin.

Disampaikan Yuslih, menurut Unesco, ada lima kreteria sebuah kawasan dan kegiatan yang di dalamnya dapat disebut Geopark. Kelima kreteria itu seperti harus jelas batas batas kawasannya dan memiliki subtansi geopark dalam kesatuan geografis. Lantas, adanya manajeman yang melibatkan masyarakat lokal, pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, usaha usaha lokal yang inovatif dan terjadinya perlindungan dan konservasi.

Dikatakan Yuslih, naskah MoU tentang pengembangan Geosite dan Pembentukan Geopark Pulau Belitung ini bertujuan untuk mendukung didapatnya status Geopark nasional dan selanjutnya terdaftar Unesco Global Geopark. Ini secara  tidak langsung untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat dipulau Belitong.

Yuslih berharap, dengan disepakatinya kerjasama ini, semua bisa bersinergi untuk mewujudkan cita cita bersama. “Semoga kita semua bisa bersinergi untuk mewujudkan cita cita bersama. Dan bisa memanfaatkan pengembangan Geopark Global di secara bersama sama,” tuntas Yuslih.

Kesepakatan tersebut juga disaksikan oleh Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun dan Budi Prasetyo yang juga Wakil Ketua I DPRD Belitung serta Yayasan ITB’81.(feb)