Beltim Mundur Dari Tuan Rumah MTQ Provinsi, Ketua DPRD: Ini Memalukan

by -
Beltim Mundur dari Tuan Rumah MTQ Provinsi, Ketua DPRD: Ini Memalukan
Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja.

Sekda Beltim Sebut Alasan Covid-19

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Mundurnya Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memastikan tidak mengirimkan kontingen kafilah, disesalkan Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja.”Kalau menurut saya ini memalukan sekali. Ini kan kegiatan keagamaan MTQ,” kata Fezzi Uktolseja, Rabu (8/5) kemarin.

Menurut Fezzi, menjadi tuan rumah even besar seperti MTQ justru akan menguntungkan daerah. Banyak orang yang datang akan membangkitkan perekonomian masyarakat. “Kemudian ini kan acara umat Islam terbesar di Babel, kalau alasan anggaran, refocusing kemarin hanya Rp 20 miliar terpakai, ada (sisa) Rp 70 miliar. Kalau ada yang bersifat darurat masih bisa dilakukan,” katanya.

Fezzi justru mempertanyakan alasan mundur sebagai tuan rumah karena pandemi atau memang tidak berniat melaksanakan. “Kalau tidak niat kerja, bilang, masa’ MTQ tidak ada. Dimana rasa kita sebagai umat Islam kalau orang mau MTQ di tempat kita, tapi tidak mau alasan tidak ada anggaran. Kan malu,” ujar Fezzi.

“Ngirim pun kita tidak mampu. Sudah tidak menyelenggarakan, ngirim pun dak mau. Padahal orang sudah seleksi, kan malu,” imbuhnya.

Seharusnya, Pemerintah daerah berkoordinasi dengan DPRD apabila alasan tidak ada anggaran. Bahkan jika benar, Fezzi mengaku siap urunan biaya memberangkatkan kontingen MTQ Beltim.

“Koordinasilah dengan DPRD, inikan tidak ada koordinasi sama sekali hanya sepihak tiba-tiba batal. Kalau memang tidak anggaran mungkin kita siap, saya juga siap menyumbangkan gaji penghasilan yang penting niatnya ada,” cetusnya.

Alasan Pandemi Covid-19

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi menjelaskan mundurnya Kabupaten Beltim sebagai tuan rumah karena alasan pandemi Covid-19. Menurutnya, Pemerintah Daerah tidak ingin mengambil resiko terlalu besar apabila tetap memaksa pelaksanaan MTQ.

“Ada dua aspek yang harus kita perhatikan. Sesuai kesepakatan internal, kami memutuskan tidak mengikuti kegiatan MTQ Di Provinsi karena sebetulnya sudah menyiapkan diri sebagai tuan rumah. Memang kecewa akibat pandemi,” kata Ikhwan.

Diakui Ikwan, sejak awal Pemerintah daerah antusias melaksanakan MTQ di Kabupaten Beltim. Berbagai persiapan sudah dimatangkan untuk menyambut kafilah dari Kabupaten lain se Bangka Belitung.

“Tadinya sudah ingin menyiapkan semaksimal mungkin sebagai tuan rumah, tiba-tiba rencana ini buyar. Jadi intinya, pandemi inilah yang membuat kita tidak dapat mengikuti MTQ,” jelasnya.

Ikhwan menegaskan, mundurnya Kabupaten Beltim sebagai tuan rumah dan batal mengirimkan kafilah MTQ bukan karena anggaran. Sebab anggaran pelaksanaan MTQ tetap dianggarkan (Bagian Kesra). “Saya memaklumi kekecewaan Pak Gubernur karena ternyata dari sekian (peserta), Kabupaten kita yang tidak mengirimkan (peserta),” ujarnya.

Burhanudin Kecewa MTQ Batal

Berbicara sebagai tokoh masyarakat, Burhanudin (Aan) mengaku kecewa atas pembatalan kegiatan pelaksanaan MTQ di Kabupaten Beltim. “Saya sebagai pribadi memang tidak begitu mendapatkan laporan atas pelaksanaan MTQ yang akan dilaksanakan di daerah. Dan kalaupun kita membatalkan pelaksanaan MTQ di Beltim tentunya kita (harus) tetap kirim kontingen untuk menjadi peserta pada even MTQ Provinsi Babel yang dilaksanakan di Pangkalpinang,” bebernya.

Menurut Aan, pelaksanaan MTQ tahun ini menjadi berbeda karena ada pandemi Covid-19. Namun keputusan tidak mengirimkan peserta justru mengenyampingkan pemenang lomba di tingkat Kabupaten.

“Seyogyanya kita memilah karena anak-anak sudah berlatih, peserta sudah mempersiapkan diri tapi tiba-tiba ditunda dengan alasan kemampuan keuangan atau refocusing anggaran. Mungkin Pemda bisa mencari solusi lain,” ujar Aan.

“Minimal 5 orang (peserta) partisipasi. Artinya koordinasi Kabupaten dengan Provinsi berjalan dan kita tidak merasa ditinggal atau meninggalkan even ini. Semoga kedepan kita bisa mempersiapkan lebih baik,” pungkasnya. (msi)