Beltim Segera Terapkan AKB, Melanggar Didenda

by -
Beltim Segera Terapkan AKB, Melanggar Didenda

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) akan segera menerapkan Peraturan Bupati Belitung Timur terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Penerapan Perbup akan dilaksanakan terlebih dulu ke lingkungan internal Pemkab Beltim, terutama bagi OPD dan ASN.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi mengatakan saat ini draf Perbup sudah selesai di Bagian Hukum Setda dan siap untuk diundangkan. Tahapan akhir Perbup tinggal menunggu tanda tangan Bupati Beltim.

“Dalam waktu dekat inilah kita terapkan, bisa mulai per September 2020 nanti. Begitu (Perbup) sudah ditandatangani Pak Bupati, langsung penerapannya,” kata Ikhwan saat menghadiri acara Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Halaman Kantor Satpol PP Beltim, Kamis (8/27).

Perbup mengadopsi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 tersebut diatur tata cara, hingga sangsi yang akan dijatuhkan ketika terjadi pelanggaran.

Mulai dari sanksi teguran lisan, tertulis, sanksi sosial hingga denda. “Terutama yang harus betul-betul dipatuhi wajib penggunaan masker saat berada di keramaian. Nah ini yang harus jadi perhatian,” tegas Ikwan.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten itu menyatakan tahapan sosialiasi Perbup sudah terlebih dulu dijalankan di setiap OPD. Sehingga begitu Perbup resmi diterapkan aturan dan sanksi langsung bisa dikenakan.

Kalau sanksinya bisa berupa teguran, kerja sosial seperti kerja bakti atau pun denda, kan sangsinya bertahap. Kalau ada yang tidak pakai masker tidak mau didenda Rp 100 ribu, diganti dengan kerja sosial membersihkan sampah atau membersihkan mesjid misalnya,” ungkap Ikhwan.

Namun ditekankannya sanksi bukanlah tujuan utama dari Perbup terkait AKB, namun yang terpenting adalah bagaimana memupuk kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan terutama terkait penyebaran Covid-19. “Nah dengan sanksi ini perlahan-lahan dapat menyadarkan masyarakat. Dengan sendirinya mereka terbiasa menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujar Ikhwan.

AKB Akan Lebih Ketat

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Beltim Zikril menyatakan penerapan Peraturan Bupati AKB akan lebih ketat diberlakukan pada lingkungan internal Pemkab Beltim, seperti di Satpol PP, Linmas, dan seluruh ASN. Mengingat aparatur pemerintahan harus jadi contoh disiplin bagi masyarakat.

“Kita terapkan dulu (Perbup AKB) di lingkungan Pemkab Beltim. Jajaran Satpol PP, Linmas dan ASN ini yang harus jadi teladan. Kami akan lebih keras di internal Pemda dulu,” tegas Zikril saat acara Pelepasan Purna Bhakti Pejabat pada Satpol PP dan Sosialisasi AKB pada New Normal di Halaman Kantor Satpol PP Beltim, Kamis (8/27).

Untuk di masyarakat sendiri, Zikril menekankan Satpol PP Beltim tidak akan terlalui represif terkait pelanggaran Perbup wajib pemakaian masker. Namun jika beberapa kali teguran tidak indahkan maka baru sangsi sosial dan denda diberlakukan.

“Kita menghimbau kepada masyarakat bahwa kita ingin masyarakat tertib dan selamat. Adanya aturan ini bukan untuk menyulitkan masyarakat, tapi untuk mengajak masyarakat hidup sehat,” ujar Zikril.

Diakuinya saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang alpa atau tidak menggunakan masker saat berkumpul. Padahal menurutnya, pandemi COVID belum hilang sepenuhnya, meski status Kabupaten Beltim sudah zona hijau. “Adalah kerumunan orang tertentu yang sulit untuk diingatan. Ada semacam kelesuan, saya ingatkan ‘Corona Belum Selesai’,” kata Zikril.

Jika Perbup sudah resmi diundangkan, Satpol PP akan rutin melakukan patrol untuk memantau kepatuhan baik di lingkungan OPD maupun di masyarakat. Linmas di setiap desa di Kabupaten Beltim juga akan ikut dilibatkan.

“Saat ini saja kita sudah patroli 4 kali sehari memberikan himbauan kepada masyarakat. Nanti seluruh kawan-kawan wartawan, LSM kita ajak untuk sama-sama memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat,” tandas Zikril. (msi)