Beltim Swasembada Pangan Tahun 2017

by -1 views
PENANAMAN BIBIT PADI: Bupati Beltim, Basuri T Purnama bersama Kasdim 0414 Belitung, Mayor Jonni Armedi dan sejumlah pejabat lainnya, melakukan penanaman bibit padi kawasan persawahan Danau Nujau Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Selasa (3/2) kemarin.

*Distanhut dan Kodim 0414 Belitung Lakukan Kerjasama
*Penanaman Bibit Padi di Areal Persawahan Danau Nujau
GANTUNG– Untuk meningkatkan produktifitas beras nasional menuju Swasembada Beras Nasional, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bersama dengan Kodim 0414 Belitung melakukan kerjasama. Kerjasama ini ditandai dengan penanaman bibit padi di areal persawahan Danau Nujau Desa Selinsing Kecamatan Gantung. Penanaman bibit dilakukan oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama, Kepala Staf Kodim 0414 Mayor Jonni Armedi, Wakil Bupati Beltim Zarkani Mukri, Kepala Distanhut Khaidir Luthi dan Camat Gantung Sayono, Selasa (3/2) kemarin.

Penanaman bibit ini juga menandai pencanangan Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan Kabupaten  Beltim. Untuk memastikan kesiapan tersebut, juga dilakukan penandatanganan dukungan semua pihak yang dilibatkan dalm program ketahanan pangan nasional.

“Program kerjasama ini merupakan terusan dari kerjasama yang dilakukan antara Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jendral Prasarana Pertanian (PSP) dan TNI Angkatan Darat. Khusus di Kabupaten Beltim, nanti program itu direncanakan luasnya areal sawah yang akan ditanami seluas 1052 hektar,” terang Kepala Bidang Ketahanan Pangan Distnhut Kabupaten Beltim Warsinu.

Warsinu menyebutkan saat ini sentra produksi padi Kabupaten Beltim berada di Danau Nujau dan Danau Merate. Dari luas areal sawah yang akan ditanami, Ia menargetkan produksi padi di Kabupaten Beltim pada tahun 2017 mendatang akan mencapai 695 ton sekali panen..

“Target itu mengacu pada target nasional. Luasan dan target yang dipatok merupakan hasil tim verifikasi pusat yakni dari BPPT, Kementerian Pertanian, dan Dinas. Perlu kerja keras semua pihak baik dari petani maupun stake holder yang terkiat dengan produktivitas agar dapat menjaga stabilitas ketahanan pangan di Kabupaten Beltim,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Beltim memastikan Kabupaten Beltim harus menjadi wilayah pertanian. Ia menyadari, selama ini sebagai wilayah kepulauan, Beltim dan Pulau Belitong pada umumnya bergantung pada pasokan beras dari luar daerah.

“Ini harus kita amankan. Kalau tidak kita amankan, beras kita akan jadi masalah, beras datang dari luar, harganya sangat mahal,” kata Basuri.

Menurut Basuri, upaya pemerintah melaksanakan program ketahanan pangan harus didukung maksimal. Caranya, dengan membantu petani meningkatkan hasil panen melalui penyiapan bibit dan pupuk yang memadai serta alat alat pertanian yang mendukung pertanian.

“Petani, bekerja dan menanam. Tugas kita menyediakan bibit dan pupuk. Saya juga menyampaikan terima kasih pada TNI, Panglima, Kasad, Danrem, Dandim dan Danramil yang mau membantu,” ujar Basuri.

Sementara itu, Kasdim 0414 Belitung, Mayor. Jonni Armedi menegaskan keterlibatan TNI dari tingkat atas sampai bawah hanya satu tujuan. Yaitu mendukung program ketahanan pangan sesuai arahan Kementerian Pertanian dan TNI AD.

“Kasad (Kepala Staf TNI AD) sudah menjanjikan program swasembada pangan akan dicapai dalam waktu 3 tahun. Jadi optimasi lahan dan melakukan pendataan, penting agar swasembada pangan tercapai,” tegasnya.(feb/hms)