Benarkan Keluhan Nelayan Suge

by -

MANGGAR – Keluhan nelayan pesisir Dusun Suge Desa Tanjung Kelumpang terkait penggunaan trawl oleh nelayan luar dibenarkan Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Beltim, Ferizal. Hanya saja, Ferizal mengklarifikasi alat tangkap yang digunakan bukanlah trawl melainkan Sumbong Surong. Alat tangkap tersebut digunakan untuk mencari komoditi laut jenis gamat.

“Kita sudah pernah mengecek ke lapangan, mereka (nelayan luar) bukan menggunakan trawl, tapi Sumbong Surong. Kita sudah lihat, mereka beraktivitas sepanjang laut Semalar sampai Dendang,” kata Ferizal kepada Belitong Ekspres, Senin (27/7) kemarin.

Ferizal menjelaskan, nelayan-nelayan luar umumnya berasal dari daerah Tanjung Rusa, Kabupaten Belitung. Menyikapi masalah itu, pihak DKP Beltim telah melayangkan surat kepada pihak DKP Belitung agar diberikan pembinaan. Pembinaan dimaksud adalah melakukan sosialisasi bahwa alat tangkap Sumbong Surong, termasuk jenis alat tangkap yang dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) nomor 1 Tahun 2015 tentang larangan penggunaan alat tangkap.

“Sebelum puasa kemarin kita layangkan surat itu ke DKP Belitung. Kita layangkan surat ke mereka (DKP Belitung), karena nelayan-nelayan itu ada di wilayah mereka. Jadi sampai sekarang, kita masih menunggu pergerakan dari pihak Belitung induk, untuk mengingatkan mereka,” jelasnya.

Diakui Ferizal, sejumlah nelayan Suge sudah pernah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak DKP Beltim. Upaya penanganan juga telah dilakukan sebagai tindak lanjut, mengingat kejadian tersebut bukan kali pertama.

“Itu bukan kejadian pertama, sudah pernah di tangkap 15 orang Beltim, tapi yang orang Beltim kita ganti alat tangkapnya dengan yang boleh. Yang belitung itu sudah pernah ditangkap, tapi diminta untuk dilepaskan, agar dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Bahkan, Oktober 2014 silam, sudah dilangsungkan pertemuan antara PSDKP Belitung, DKP Beltim dan DKP Belitung. Hasilnya, disepakati DKP Belitung dan DKP Beltim melakukan pembinaan nelayan.

“Kita tidak akan lagi melayangkan surat, tapi langsung operasi kelapangan. Soal surat dari DKP Beltim, terhadap aktivitas nelayan asal Belitung yang menangkap ikan di perairan Suge, Simpang Pesak diduga gunakan trawl, mohon untuk bersama-sama melakukan pembinaan, didasari dengan Permen KP 02 tahun 2015, tentang penggunaan dan larangan alat tangkap ikan,” pinta Ferizal.

Ia menambahkan, perizinan tangkap nelayan sebenarnya harus ada izin adu andon. Hanya saja, mengingat dua Kabupaten berada dalam satu pulau maka tidak dilakukan. Namun, penggunaan alat tangkap yang merusak tetap tidak diperbolehkan karena sistem kerjanya hingga ke dasar laut.

“Solusi dari DKP soal alat dan wilayah tangkap, kita memberikan pembinaan dengan membagikan alat-alat tangkap. Kita berharap orang sana menyadari, karena ini berimbas kepada konflik masyarakat. Kita sudah mengontak ke sana baru-baru ini, tapi mereka beralasan (perizinan, red) sudah di Provinsi,” pungkasnya. (feb)