BENCANA EKOLOGI, SIAPA YANG SALAH?

by -
Komunitas maupun berbagai elemen masyarakat pemerhati lingkungan turut hadir, dalam diskusi  di Kedai Makmoer.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Lembaga Centrum Arete menginisiasi kegiatan diskusi terbuka dengan tema NGOPI BE..“BENCANA EKOLOGI, SIAPA YANG SALAH? Kegiatan ini digelar di Kedai Makmoer Tanjungpandan, Belitung, Selasa (30/7).

Berbagai komunitas maupun berbagai elemen masyarakat pemerhati lingkungan turut hadir. Seperti Gapabel, Belitung Biodiversity Observer (BBO Foundation), Pusat Studi Kebudayaan Belitung, Komunitas Nelayan Wilayah Pesisir, dan lain-lain.

Beberapa Narasumber yang menjadi pemantik di antaranya Ketua Komunitas Tebat Rasau Nasidi, dari ForDAS Belitung Timur diwakili oleh Endro Siswono, ForDAS Belitung Bambang Suseno dan Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia Budi  Setiawan.

Perbincangan dalam diskusi ini sangat alot. Berbagai masukan disampaikan  dari para narasumber dan penyanggah mengenai kerusakan alam, serta solusinya bagaimana.

Ada hal yang menarik disampaikan oleh Dr Saifuddin Al-Mughniy, bahwa dalam teori pembangunan itu ada tiga sifat-sifat pembangunan yakni sifat ekstraktif hal itu dimiliki oleh Birokrat. Yakni, Eksploitatif yang dimiliki pengusaha dan pasif itu posisi masyarakat.

“Kita tidak mungkin berjuang sendiri, The Moral Forces saja itu tidak cukup, tapi dibutuhkan The Political Forces dengan cara membangun konsensus politik dengan naskah akademik secara bersama-sama dalam menyelesaikan suatu masalah,” katanya.

Akhirnya dari peserta diskusi menyarankan dan besepakat supaya adanya Forum Group Discussion (FGD) lanjutan. Itu guna memfollow up tema diskusi ini agar wacana menjadi kerja sosial nyata, yang diinisiasi oleh Lembaga Centrum Arete Survey. (rel)