Bencong Cabuli Bocah SMP

* Korban Ba Pelajar SMP.
* Kapolsek : Leher Korban Penuh Bekas Cupangan

f-tersangka-cabul-saat-diamankan-polisi-jpg

Tersangka Cabul saat diamankan di Mapolsek Toboali.

TOBOALI – Seorang waria atau bencong, bernama Fiza Zulhori (24) alias Hoi warga Desa Gadung, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (12/10) siang akhirnya berurusan dengan aparat kepolisian.  Pasalnya, ia diduga melakukan perbuatan mesum (pencabulan) terhadap anak yang masih dibawah umur, sebut saja Jaka (bukan nama sebenarnya-red), pelajar salah satu SMP di Toboali.

iklan swissbell

Pelaku (Hoi) saat ini diamankan di Mapolsek Toboali, dan ditetapkan sebagai tersangka pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya, pihak keluarga korban pada Rabu (12/10) pagi melaporkan perbuatan pelaku ke Mapolsek Toboali. Menindaklanjuti laporan tersebut kemudian anggota buruh sergap (Buser) Polsek Toboali yang dipimpin langsung Kapolsek, AKP Raden Hasir SH MH melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap keberadaan pelaku.

Pelaku berhasil diamankan anggota Buser di sebuah salon Joni yang berada di Jalan Raya Sukadamai Toboali sekitar pukul 13:30 Wib. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan kemudian anggota menggiring pelaku ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni ke rumah kos-kosan yang beralamat di Air Medang Jalan Kolong Dua Toboali.

Saat di rumah kosan itu anggota Buser yang dipimpin Kapolsek minta pelaku untuk menunjukan dimana saja lokasi atau tempat melakukan perbuatannya tersebut. Pelaku pun mengakui sembari mempraktekannya apa yang telah dilakukannya terhadap korban.

Selain mengamankan pelaku, anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang ada di dalam rumah kosan tersebut seperti kasur, bantal dan selimut. Selain itu, 2 orang rekan pelaku di salon Joni yang sesama waria juga turut diamankan ke Mapolsek Toboali untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Penangkapan tersangka menjadi tontonan warga baik saat penangkapan di salon, maupun saat anggota melakukan pengembangan kasus tersebut dirumah kosan.

“Tersangka dikenai Undang-Undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara. Korban untuk sementara ini baru 1 orang yang melapor, keterangan korban masih ada korban lainnya,” ungkap Kapolsek Toboali, AKP Raden Hasir SH MH kepada awak media, Rabu (12/10) sore.

Kapolsek menjelaskan, selain korban yang berusia 14 ini, diduga masih ada korban lainnya. “Kalau menurut keterangan dari korban masih ada korban lainnya, kita masih melakukan penyelidikan sembari mengambil keterangan tersangka untuk memastikan apakah ada korban lain. Korban melaporkan tadi pagi (Rabu-red) didampingi pihak keluarganya,” ujar Raden menambahkan tersangka melakukan perbuatannya 2 kali, kejadian pertama pada Minggu (9/10) pagi sekitar pukul 09:00 Wib dan kejadian kedua pada Senin (10/10) malam sekitar pukul 22:00 Wib di rumah kosan Air Medang Jalan Kolong Dua Toboali.

Baca Juga:  Eko Wijaya untuk Babel: Beasiswa, Motor Sampah, Bibit, Hingga Sumur Bor

“Korban sudah kita lakukan visum di rumah sakit Pusyandik Toboali. Leher korban penuh dengan cupangan, tersangka mencupang leher korban, mencium dan meraba-raba tubuh korban, ada sekitar 20 bekas cupangan di leher korban,” jelas Kapolsek menambahkan bahwa korban di iming-iming oleh tersangka dengan uang. Korban diajak tersangka ke sebuah rumah kosan di Air Medang Jalan Kolong Dua Toboali.

“Tersangka merayu korban dengan diiming-iming sejumlah uang, tersangka awalnya ketemu dengan korban di jalan dan kemudian diajak ke sebuah rumah kosan di Air Medang Jalan Kolong Dua Toboali. Kejadian pertama pada Minggu pagi korban hanya dicium dan kejadian kedua pada Senin malam korban dicupang oleh tersangka di bagian leher,” tegas Kapolsek seraya juga mengimbau para orang tua agar dapat mengawasi anak-anaknya yang masih dibawah umur. Anak-anak yang masih sekolah jangan dibiarkan sampai tidak pulang ke rumah.

“Orang tua kita ingatkan untuk mengawasi anak-anaknya mulai dari jam main dan sebagainya, jangan sampai anak jadi korban kekerasan dan maupun perbuatan yang tidak kita inginkan seperti cabul. Anak-anak yang masih sekolah jangan dibiarkan tidak pulang kerumah hingga 3 hari bahkan 1 minggu, para RT (Rukun Tetangga), Kaling (Kepala Lingkungan) dan warga jika melihat hal-hal yang tidak wajar terjadi di lingkungan tempat tinggal agar segera melaporkan ke pihak kepolisian Polsek maupun Polres, sehingga dapat ditindaklanjuti sebelum kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi,” imbuh Kapolsek.

Sementara, korban saat ditemui Babel Pos di Polsek Toboali mengakui bahwa awalnya bertemu dengan tersangka di lapangan voly Parit Delapan Toboali pada Minggu (9/10) pagi. “Die (Tersangka_red) ngajak ku kerumah kos e di Air Medang Jalan Kolong Dua, ku dipaksa die, ku baru lah kenal same die di lapangan voly Parit Delapan Toboali. Saat tuh ku same kawan-kawan ku (Tor dan Yok), awal e Yok kawan ku yang dianu same die. Punya kawan ku diisep die, ku liet, tapi dak begitu keliet karena ditutup kek selimut. Setelah die ngisep punya kawan ku, sude tuh ku pulik dianu kek die, ku cuma dipeluk dan dicium same die dak sampai di isep,” kata korban menjelaskan dua orang kawannnya itu yang berinisial Yok dan Tor sudah tidak sekolah lagi.

Baca Juga:  Perampok Asal OKI Terkapar Dihajar Pelor

“Tor kawan ku mulut e dicium same die, tapi kalau Yok punya e kene isep. Ku baru sekali tuh lah main ke rumah die, kalau kawan-kawan ku lah biase main ke rumah die. Kami minum arak di rumah die, tapi ku cuma sedikit minum. Ade 3 orang bencong name e Hoi, Ade dan Dimas,” jelasnya menambahkan bencong Hoi (Tersangka) memberinya uang sebesar Rp 100 ribu.

“Ku dikasih duit same die 2 kali, pertama Rp 50 ribu dan kedue Rp 50 ribu, die ngasih ku duit untuk beli rokok. Ku baru pulang kerumah Rabu tadi pagi (kemarin_red), sebelum e tiduk dirumah Hoi. Ayuk ku marah liat leher ku merah-merah, akhir ku diajak same ayuk ku ke kantor Polisi,” ucap korban.

Sementara itu, Rudi selaku pemilik rumah kosan kepada Babel Pos menyampaikan, pihaknya sejak dari sudah tidak senang melihat tingkah lakunya tersangka (Hoi). “Ku lah dari dulu dak inyen liet Hoi tuh, pernah ku usir dari rumah ni, tapi datang terus diem-diem. Pintu bagian dapur lah ku paku mati biar die dak pacak agik masuk kedalam rumah, tapi die ade megang kunci pintu depan yang duplikat. Bagus lah die kene tangkep polisi, biar ade jera e. Die datang malem-malem, kalau siang dak pernah,” ujar Rudi.

Terpisah, dua orang bencong rekan tersangka yang juga turut dibawa ke Polsek Toboali, Ton (23) dan Dev (27) mengakui bahwa mereka tidak tahu secara pasti apa yang dilakukan oleh Hoi temannya itu. “Kami dak tau bang ape masalah e, kalau bekawan same die, kami memang bekawan, kami sering ketemu di salon ku,” ucap Ton yang juga dibenarkan Dev.

Sementara, tersangka Hoi mengakui bahwa dirinya cuma melakukan perbuatan itu kepada salah satu korban saja. “Cuma die bae yang ku cupang, kawan-kawan die dakde ku anu, ku dak mabuk dak.  Dak ape lah, dak gawe ape lah, cuma santai bae di salon Ton,” ucap Hoi.(tom)

Rate this article!
Bencong Cabuli Bocah SMP,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: