Berantas Penyalahgunaan Obat-Obatan, Sanem Sesalkan Dugaan Beking Oknum Aparat

by -
Berantas Penyalahgunaan Obat-Obatan, Sanem Sesalkan Dugaan Beking Oknum Aparat
Bupati Belitung, H Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung H. Sahani Saleh bakal membentuk Tim “Bawah Tanah” dan memperkuat Satpol PP Kabupaten Belitung dalam rangka memberantas sekaligus mencegah peredaran obat-obat yang sering disalahgunakan.

“Kita akan memperkuat Pol PP serta menyiapkan pasukan bawah tanah. Meraka tidak digaji tetapi suka rela untuk membangun daerah,” kata Bupati Belitung yang akrab disapa Sanem tersebut kepada Belitong Ekspres, Selasa (26/1) kemarin.

Terkait dugaan adanya ‘backup’ dari oknum aparat saat penertiban Tim Gabungan (Timgab) di toko kelontong milik warga yang beralamat di Jalan Perumnas Desa Air Pelempang Jaya (APJ), Sanem sangat menyayangkan hal tersebut.

“Mungkin ke depan, makin kenak Corona (Covid-19( mangkin bemacam-macam pula orang. Sudah ada tindakan cuman sayang mereka ini, setiap ada perbuatan dan hal semacam itu meski punya beking,” sebut Sanem.

Oleh sebab itu, Sanem menghimbau kepada oknum aparat penegak hukum agar kedepannya tidak ada lagi membekingi di belakang tempat-tempat maksiat. “Tolong kemaksiatan jangan ada beking-membeking. Inilah susahnya menuntaskan persoalan yang ada di daerah karena perbuatan yang melanggar hukum, dibeking oknum pelaksana hukum itu sendiri,” katanya.

Dikatakan Bupati Sanem, faktanya sudah jelas penertiban tersebut sudah sesuai karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda), namun masih saja ada ulah oknum yang bermain di belakangnya.

Sanem menilai, upaya yang telah dilakukan oleh oknum tersebut sudah berbuat zalim kepada negara. Sebab pemerintah sudah berupaya untuk mencegah terjadinya gejolak sosial atas penyalahgunaan dari obat-obat tersebut.

“Saya anggap berbuat zalim kepada Negara karena Pemerintah berupaya mencegah terjadinya gejolak sosial atas penyalahgunaan obat-obat semacam itu. Masyarakat tidak mungkin berani melakukan, kalau tidak ada beking di belakangnya,” tegas Sanem.

Sebelumnya Tim Gabungan Satpol PP Kabupaten Belitung menyita 12 kaleng Lem Aibon dan 854 strip obat batuk dari toko kelontong milik warga yang beralamat di Jalan Perumnas Desa Air Pelempang Jaya (APJ). Sebab, penjualannya diduga telah disalahgunakan.

“Saat ini banyak penyalahgunaan obat yang seharusnya untuk obat, tapi dipergunakan bukan untuk obat karena banyak efek sampingnya seperti “fly” atau halusinasi,” kata Kepala Satpol PP Belitung Azhar, Minggu (24/1).

Menurutnya, penertiban juga melibatkan tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung dan Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Belitung. Tim gabungan menelusuri indikasi peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan yang seharusnya digunakan terbatas.

Pada saat dilakukan pemilik warung sempat berkilah dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Bahkan sempat terjadi insiden namun itu bisa diselesaikan. “Jadi yang pemilik toko ini sudah lama memperdagangkan obat-obatan ini yang kemudian dijual belikan kepada mereka yang memiliki ketergantungan dengan obat ini,” Azhar. (rez)