Beri “Hadiah”, Franseda Ingin Terus Menjabat

by -

PANGKALPINANG – Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan (Basel) dr. Franseda mengaku memberikan uang kepada Bupati Bangka Selatan (Basel) H. Jamro senilai Rp 600 juta dalam proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di rumah sakit tersebut.
Namun pemberian uang tersebut merupakan inisiatif dirinya sendiri. Hal itu diungkapkan Franseda saat menjadi saksi mahkota atau saksi untuk Yudistira, pemborong dalam pengadaan itu dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Selasa (5/5) kemarin.
Bahkan Franseda pun membeberkan jika uang tersebut sebagai ‘hadiah’ guna mempertahankan jabatannya sebagai Direktur RSUD Basel. “Ini Pak, ada sebagian untuk bapak (Bupati-red) dari proyek ini,” ungkap Franseda di muka persidangan.
Usai jalannya persidangan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Basel, Eriyanto kepada Radar Bangka (RB) menaggapi fakta baru yang diungkapkan Franseda tersebut. Ia menegaskan jika pihaknya masih harus berhati-hati terkait status Jamro. Sebab, walaupun tidak menampik bahwa kesaksian Franseda dapat menjadi bukti baru, namun menurut Eriyanto keterangan tersebut masih dirasa kurang kuat dalam pembuktiannya. Karena pemberian itu merupakan inisiatif Franseda sendiri.
“Artinya dari Jamro tidak meminta dalam hal ini, beliau cuma dikasih oleh Franseda, tindakan selanjutnya akan kita serahkan ke penyidik dan kita kaji apakah ada alat bukti pendukung lainnya,”jelasnya.
Sementara kuasa hukum Yudistira, David Wijaya,SH menambahkan, uang Rp 600 juta tersebut diberikan oleh Franseda dari hasil permintaannya kepada pihak pemborong yakni terdakwa Yudistira. Yudistira pun saat duduk sebagai saksi membenarkan adanya permintaan yang berulang kali dilakukan oleh Franseda. “Logikanya, mereka tahu sama tahu, namanya orang dikasih sesuatu pasti ada tujuannnya kan. Dan dalam rangka ini untuk apa, yang jelas fakta dalam persidangan ini bahwa terungkap adanya permintaan uang, dan pemberian uang,”ujar David.
Ia melanjutkan, kliennya ada dimintai uang oleh Franseda, yang mana permintaan uang tersebut akan diberikan kepada Jamro dan ini adalah inisiatifnya sendiri. “Karena Yudistira awalnya melanjutkan proyek temannya, dan terus permintaan uang untuk bupati pun berulang-ulang jadi dikasihlah olehnya,” bebernya.
David menambahkan, terkait pemberian uang yang diberikan ke Jamro itu, merupakan kewenangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menindaklanjutinya, tetapi secara fakta ini ditegaskannya ada kaitannya terhadap kasus yang dijalani kliennya. “Logikanya uang tersebut disita dalam konteks perkara ini, jadi bisa disimpulkan ini uang apa,”tandasnya. (zul)