Beri Kejutan di Ruangan Kelas itu Tindakan Salah, Dindikbud Belitung Akan Berikan Sanksi

by -
Beri Kejutan di Ruangan Kelas itu Tindakan Salah, Dindikbud Belitung Akan Berikan Sanksi
Kepala Dindikbud Belitung Junaidi

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Junaidi mengatakan, sudah mengetahui polemik yang terjadi di SD Negeri 7 Tanjungpandan Jalan Pak Tahu Desa Aik Saga. Persoalan itu terkait opsi tidak percaya yang diutarakan oleh sejumlah guru kepada Kepala sekolah melalui media sosial.

“Kami sudah panggil yang bersangkutan baik itu kepala sekolahnya dan juga guru yang bersangkutan. Kita ingin mengetahui kejadian yang sebenarnya,” kata Junaidi kepada belitongekspres.co.id, Rabu (5/2/2020).

Dijelaskannya, peristiwa berawal ketika sang guru mendapat kejutan atau hadiah dari sang anak tepat di hari ulang tahun guru tersebut. Akan tetapi pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah tidak mengetahui hal tersebut.

Dia menjelaskan, kejadian ini dilakukan di dalam ruang kelas dimana pada saat jam pelajaran sedang berlangsung. Mendapati hal itu kemudian kepala sekolah (kepsek) memperingati dan menegur sang guru tersebut.

“Kita sudah tanya dan mendengarkan langsung lantas bahasa yang diucapkan oleh Kepsek tersebut terlalu didramatisir. Istilah tidak sampai dibagai-bagaikan kalau bahasa daerahnya. Dalam hal ini kami tidak memihak kepada kepala sekolah maupun guru yang bersangkutan,” kata Junaidi.

Menurutnya, setelah mendengarkan langsung dari kedua belah pihak, hal yang dilakukan oleh sang anak untuk memberikan kejutan pada saat jam belajar sedang berlangsung merupakan tindakan yang salah.

“Jelas salah dan tidak boleh. Sebab ruang tersebut untuk proses belajar mengajar dan alangkah baiknya harus meminta izin kepada pihak sekolah. Kalaupun ingin memberikan kejutan lebih memungkinkan di ruangan guru bukan di ruang kelas,” ujarnya.

Ditambahkannya, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie pada hari ini sudah turun dan mengecek ke sekolah dan persoalan tersebut sudah clear. “Kami akan bicarakan dulu terkait sangsi yang akan diberikan,” tukasnya.

“Namun yang pasti kita sudah memberikan teguran kepada kedua belah pihak. Yang jelas kita tidak mencari kesalahan masing-masing dan alangkah bijak sananya kalau ada persoalan atau masalah untuk melapor ke dinas bukan malah dishare ke media sosial,” pungkasnya. (rez)

Editor: yud