Berkas Penyedia Laptop P21, Penyidik Limpahkan Berkas Tahap Dua ke JPU

by -
foto: Samsi Thalib

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Berkas pemeriksaan Direktur PT Tekun Duta Multimedia, Kunarto selaku penyedia barang pada pengadaan Laptop di DPPKAD/Bakuda Beltim Tahun 2015 senilai Rp 3 miliar, dinyatakan sudah P-21 (lengkap).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Timur (Beltim) Widagdo, melalui Kasi Pidsus Samsi Thalib saat ditemui Belitong Ekspres di ruang kerjanya, Rabu (13/2) kemarin.

“Hari ini (kemarin, Rabu (13/2) telah dilakukan pelimpahan tahap dua yaitu, penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab sudah dinyatakan P-21 oleh JPU,” ungkap Samsi Thalib.

Usai dilakukan pelimpahan tahap dua secara simbolis, kata Samsi nanti akan dilanjutkan penahanan di tingkat penuntutan selama 20 hari kedepan. Tersangka saat ini juga masih ditahan di Rutan Cerucuk, sebagai titipan Kejaksaan.

Menurut Samsi, setelah berkas penuntutan dari JPU sudah siap baru kemudian dilimpahkan untuk proses persidangan. “Nanti tersangka berikut barang bukti, akan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Pangkalpinang,” terangnya.

Untuk diketahui tersangka Kunarto mulai ditahan Kejaksaan Belitung Timur pada Kamis 20 Desember 2018 lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik melakukan pengembangan dari rangkaian cerita dugaan korupsi pada pengadaan laptop.

Kunarto ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, dengan nomor print 712/N9.14/FD.1/12/2018 Tanggal 20 Desember.

Selain itu, sebelumnya pada Senin 15 November 2018, Kejaksaan telah menahan tiga orang tersangka panitia lelang pengadaan Laptop di Bakuda Beltim yaitu SN, FR dan BL. Ketiganya sudah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Agenda sidang perdana adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Beltim di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Kamis (22/11/2018). Saat ini prosesnya tinggal menunggu sidang Pledoy (Pembelaan) terdakwa.

Ketiga terdakwa di dakwa melakukan perbuatan melanggar Primair Pasal 2 atau (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Subsidiair Pasal 3 jo Pasal 18 atau (1) huruf b UU RI No.31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Nyoman Wiguna, SH, MH disebutkan bahwa ketiga terdakwa merugikan keuangan negara lebih kurang Rp 355 juta.

“Terdakwa dituntut selama 4 tahun 6 bulan, denda sebesar 50 juta masing-masing, subsidernya 3 bulan. Kini tinggal menunggu terdakwa melakukan Pledoy Pembelaan,” tandas Samsi.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Beltim) resmi menahan 3 tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop tahun 2015 di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

 Ketiga tersangka yang sejak pagi sudah berada di Kejaksaan Negeri Beltim, dibawa menuju Rutan Cerucuk Tanjungpandan sekitar pukul 12.45 WIB oleh petugas Kejaksaan dan anggota Polres Beltim.

Keterangan resmi yang disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Beltim Widagdo SH didampingi Kasi Pidsus Samsi Thalib SH dan Kasi Intel Andri Purnama SH membenarkan penyerahan tersangka dan barang bukti dugaan tindak pidana korupsi.

“Kejaksaan Negeri Beltim melaksanakan (pidsus) melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau disebut tahap II untuk perkara tindak pidana korupsi pengadaan laptop pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Beltim tahun anggaran 2015 dengan pagu anggaran Rp 3 miliar,” ungkap Kajari. (msi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *