Berlin Ngotot tak Bersalah?

by -

* Polda Babel Tetap Lanjut Perkara

PANGKALPINANG- Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit-Reskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengakui tersangka timah ilegal, Berlin sempat ngotot bahwa gudang miliknya telah lama tak beroperasi dan langsung menunjukkan surat-surat dokumen.
“Dalam keterangannya, Berlin sempat menunjukkan surat dokumen atas perusahaan yang diketahui sudah lama tidak beroperasi atau beraktivitas, meskipun begitu saat ini keterangan yang bersangkutan masih didalami penyidik. Penyidik pun meyakini, tidak menutup kemungkinan timah ilegal itu siap dibawa keluar Babel,” ungkap Kasubdit Tipidter, AKBP Saptono.
Sebelumnya, penyidik telah menghitung dan menimbang hingga tuntas terhadap barang bukti timah ilegal milik Berlin yang disita dari gudang yang berlokasi di jalan Sam Ratulangi Kelurahan Kuday Kecamatan Sungaliat Kabupaten Bangka. Ternyata total barang bukti timah ilegal tersebut mencapai 279 kampil atau seberat 10.703 Kilogram atau sekitar 10,7 Ton.
Pasir-pasir timah yang disita tersebut terdiri dari pasir timah basah dan kering dan diketahui pemiliknya tidak memiliki dokumen resmi yang sah. Hingga kini timah haram itu masih disimpan digudang barang bukti Dit-Reskrimsus guna proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik pun masih mengumpulkan alat bukti berupa keterangan para saksi dan sekaligus menelusuri asal usul timah.
Penyidik pun tetap melanjutkan perkara Ilegal Mining ini berdasarkan Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) dengan ancaman pidana maksimal kurungan 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 Miliar.(Lay)