Bersama Sukseskan Sensus Penduduk 2020

RajaBackLink.com

Oleh: Jamik Safitri, S.ST
Statistisi BPS Kabupaten Bangka Tengah

Sebagaimana amanah undang-undang Nomor 16 tahun 1997 bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki kewenangan untuk mengumpulkan data. Data diharapkan menjadi pertimbangan pemerintah dalam pengambilan kebijakan agar tepat sasaran. Setiap tahunnya berbagai survei dilakukan guna memenuhi kebutuhan data negara. Salah satu data penting yang dikumpulkan BPS adalah data kependudukan.

Untuk data kependudukan, BPS memiliki kegiatan besar setiap sepuluh tahun yaitu Sensus Penduduk. Sensus Penduduk dilaksanakan di tahun-tahun yang berakhiran angka nol, dan akan kembali dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. Persiapan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 (SP2020) yang sudah sangat tampak yaitu kegiatan pemetaan.

Saat ini kegiatan lapangan pemetaan sedang dilakukan hingga tanggal 22 Mei 2019. Kegiatan ini berfungsi untuk memetakan wilayah kerja statistik yang akan digunakan saat SP2020 nanti. Pada kegiatan lapangan pemetaan ini, petugas dengan membawa print out peta dasar untuk penggambaran batas Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang terkecil dan batas desa/kelurahan di lapangan. Selain itu, petugas juga dibekali dengan Aplikasi Wilkerstat (mobile) untuk memastikan posisi dan lokasi SLS, serta pengambilan foto dan titik koordinat landmark batas SLS dan infrastruktur desa/kelurahan. Selanjutnya petugas menghitung muatan pada SLS pada wilayah tugasnya.

Baca Juga:  Merevolusi Mental Guru

Kegiatan pemetaan merupakan kegiatan awal untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020. Selain itu, hasil pemetaan ini juga akan digunakan dalam mendukung berbagai pendataan yang diselenggarakan BPS. Pesatnya pembangunan tentunya menyebabkan banyak perubahan muatan seperti bangunan tempat tinggal, perkantoran, sekolah, dan lain-lain, menuntut harus terlaksananya pemetaan ini menggantikan peta Blok Sensus tahun 2009.

Pelaksanaan lapangan SP2020 direncanakan dengan tiga jenis alat yaitu Paper and Pencil Interviewing (PAPI), Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). PAPI merupakan metode wawancara yang dilaksanakan oleh petugas pencacah dengan menggunakan kertas. Hasil pencacahan akan dientri untuk diolah kemudian. CAPI juga dilakukan oleh petugas pencacah dengan mendatangi setiap tempat tinggal yang ada tetapi menggunakan tablet/hp. Sedangakan CAWI diharapkan masyarakat mengisi sendiri data pribadi melalui web. Tiga jenis alat ini akan menyesuaikan wilayah-wilayah di Indonesia.

Baca Juga:  Darurat Perlindungan Guru!

Untuk menyukseskan SP2020, BPS juga akan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) guna mencapai satu data kependudukan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa adanya perbedaan data antara BPS dan Dukcapil karena perbedaan konsep. Ditjen Dukcapil memiliki peran utama melayani dokumen yang legal, dan dianggap penduduk ketika sudah memiliki dokumen resmi. Berbeda dengan BPS, konsep penduduk adalah mereka yang telah tinggal paling sedikit selama enam bulan ditempat ditemui saat survei/sensus, atau yang kurang dari enam bulan tetapi berniat menetap. Untuk menghasilkan satu data, salah satunya dengan menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai salah satu identitas individu.

Begitu banyak hal dilakukan untuk menyukseskan SP2020 agar data kependudukan berkualitas sesuai kondisi lapangan. Untuk itu diharapkan semua pihak untuk mendukung suksesnya kegiatan SP2020. Sebagai masyarakat yang merupakan objek utama sumber data, sudah sepatutnya untuk memberikan data apa adanya. “Anda Tercatat, Data Akurat”

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply