Bertambah 3, Satu Keluarga di Beltim Positif Covid-19

by -
Bertambah 3, Satu Keluarga di Beltim Positif Covid-19
Sekda Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi saat melakukan konferensi pers, Senin (20/7).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGPPC) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali mengumumkan tiga orang dinyatakan terkonfirmasi positif Corona atau Covid-19. Tiga orang tersebut sebelumnya dilakukan pemeriksaan uji swab di laboratorium RSUD dr H Marsidi Judono Tanjungpandan.

Pasien terdiri dari 2 OTG, dan 1 orang PDP. Mereka merupakan keluarga dari pasien THS yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19. THS adalah warga Desa Padang yang menjabat sebagai kepala SMK di Kecamatan Manggar. Satu keluarga positif Covid-19 yaitu, ADM (48) istri dari THS, dan 2 anaknya yakni LRP (18) dan SAP (13).

“Ketiga orang tersebut pada tanggal 18 Juli dan 19 Juli 2020 dilakukan pemeriksaan swab di UPT RSUD Belitung Timur dan sampel ini kemudian dikirim ke Laboratorium RSUD dr H Marsidi Judono Belitung,” ungkap Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi dalam konferensi pers, Senin (20/7).

“Kemudian, tanggal 20 Juli 2020 didapatkan hasil pemeriksaan TCM Xpert Express Laboratorium RSUD dr H Marsidi Judono. Ketiga orang tersebut dengan hasil positif atau terkonfirmasi terjangkit Covid-19,” imbuhnya.

Dengan terkonfirmasinya ketiga orang tersebut, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Beltim menjadi 6 orang, dan 4 orang masih dalam perawatan. Rinciannya 1 orang dirawat di RSUD Beltim dan 3 orang diminta isolasi mandiri di rumah.

“Saya mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah, terus patuhi protokol kesehatan serta himbauan pemerintah. Kembali Kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung khususnya RSUD dr H Marsidi Judono atas bantuan dan kerjasama, sehingga pemeriksaan swab pasien tersebut dapat diketahui secara cepat,” tutur Ikhwan.

Sementara itu, Direktur RSUD Beltim, dr Cahyo Purnomo menerangkan alasan dilakukan isolasi mandiri terhadap 3 pasien tersebut. Kata dia 2 orang pasien dengan gejala ringan, dan 1 orang tanpa gejala. Sehingga menurutnya gejala ringan dan tanpa gejala itu dilakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kemudian 3 orang itu akan dilakukan Swab juga untuk melihat perkembangannya. Dengan kondisi gejala ringan isolasi mandiri di rumah, tetapi dari gugus tugas tetap melakukan pengawasan terhadap rumah yang bersangkutan, jangan sampai menjadi stigma di masyarakat. Selain itu, dari gugus tugas memberikan sembako kepada keluarga tersebut,” ujar dokter Cahyo.

Karena itu dia berharap, masyarakat juga menjaga jarak, mengawasi jangan sampai yang bersangkutan keluar dari area rumah mereka. Tenaga medis tetap melakukan perawatan sampai hasil tes selanjutnya dinyatakan sembuh.

“Sampai saat ini kita sudah melakukan tracking swab terhadap 35 orang, hasil swab akan kita kirim ke Jakarta. Rencananya akan dikirim besok (21/7),” tandasnya. (dny)