Besok Sidang Penuntutan Amel, Tim Pengacara Siapkan Pledoi

by -
Besok Sidang Penuntutan Amel, Tim Pengacara Siapkan Pledoi
Terdakwa Amelia Syarifah saat diperiksa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Jumat malam.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Perkara tindak pidana pemilu Pilkada Beltim 2020 dengan terdakwa Syarifah Amelia (Amel) memasuki agenda penuntutan. Pengadilan Negeri Tanjungpandan akan menggelar sidang tuntutan dari Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kejari Beltim), Senin (30/11) besok.

Selain itu, pada sidang Senin nanti juga akan dilanjutkan dengan tanggapan atas tuntutan jaksa (Pledoi), dari penasehat hukum terdakwa Amel Ketua Tim Relawan Paslon BERAKAR. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tanjungpandan telah selesai menggelar sidang pemeriksaan pokok perkara (pembuktian) hingga dini hari kemarin.

Sidang diawali dengan agenda dakwaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim. Kemudian tanggapan dakwaan (eksepsi) dari Tim Pengacara Hukum Amel hingga putusan sela dari Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Dalam putusan sela tersebut, Majelis Hakim menolak ekspesi dari Tim Pengacara Amel. Lalu sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan pokok perkara terhadap saksi-saksi dan para ahli. Tidak hanya itu, terdakwa Amel juga diperiksa dalam sidang ini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim Riki Apriyansyah mengatakan, pihaknya sekarang masih enggan berkomentar banyak mengenai sejumlah agenda sidang yang telah berjalan, sejak beberapa hari lalu.

Namun demikian, pria yang akrab disapa Riki ini membenarkan agenda sidang penuntutan Senin besok. Pihak JPU Kejari Beltim akan melakukan tuntutan terhadap terdakwa tindak pidana Pemilukada Beltim, Syarifah Amelia.

Amel didakwa JPU Kejari Beltim dengan Pasal 187 Ayat 2 Juncto Pasal 69 Huruf C Undang-undang (UU) Nomor 10 tahun 2016, Tentang Perubahan Kedua UU Nomor 1 Tahun 2015, Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang.

“Sementara kita no coment (tidak berkomentar) terlebih dahulu. Sebab kita masih fokus ke agenda sidang tuntutan hari Senin besok,” kata Riki kepada Belitong Ekspres, Sabtu (28/11) kemarin.

Terpisah, salah satu kuasa hukum Amel, Marihot Tua Silitonga mengatakan, pihaknya siap menghadapi sidang tuntutan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Bahkan saat ini dia beserta tim sedang menyusun tanggapan atas tuntutan jaksa (Pledoi).

“Saat ini kami masih belum bisa berkomentar banyak. Rencananya besok (hari ini, red) kita dari tim kuasa hukum Amel akan melakukan briefing untuk membahas sidang tuntutan besok,” kata pria berdarah Batak ini.

Sementara itu, dalam sidang pemeriksaan saksi fakta Syarifah Amelia, Pengadilan Negeri Tanjungpandan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi. Mereka adalah Rozali, Albani, Muhammad Nur dan Septrianingsih. Sebelum keempatnya memberikan keterangan, terlebih dahulu saksi-saksi ini dilakukan sumpah.

Septrianingsih mengatakan, dia lah orang merekam atau melakukan live streaming di Facebook Milenial BERAKAR. Setelah itu, dia membagikan video tersebut ke grup WhatsApp. Namun beberapa hari kemudian, Facebook tersebut diheck oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Nur. Pada saat Amel melakukan orasi, dia merekam dan mengambil foto, namun tidak membagikan ke Facebook ataupun medsos lainnya.

Sementara itu dari keterangan Albani, dia mengaku telah melihat video tersebut di live streaming Facebook Milenial BERAKAR. Waktu itu, dia tidak melihat Amel berorasi mengenai video yang viral tersebut.

“Saya menonton sekitar delapan menit. Waktu itu saya lagi di Manggar. Saya tidak melihat sampai selesai. Sebab kendala sinyal,” kata pria yang juga anggota tim Relawan BERAKAR tersebut.

Selanjutnya, dari keterangan Rozali dia mengaku mengikuti kampanye yang dilakukan Amel di kawasan Simpang Renggiang. Pria ini membenarkan adanya ungkapan “kalau bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang nomor…? masyarakat menjawab serempak satu.

“Masyarakat yang hadir sekitar 50 orang. Acara kampanye dimulai sejak pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB. Setelah acara selesai kami dan Anggota Panwascam datang ke Amel,” kata Rozali. “Lalu Amel menanyakan tentang kampanyenya. Lalu mereka menjawab aman. Setelah itu saya langsung pulang,” sambungnya.

Setelah pemeriksaan saksi-saksi, agenda sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan dari terdakwa Amel. Dia membenarkan sosok wanita yang ada di video tersebut merupakan dirinya waktu orasi.

“Benar ungkapan, kalau bersih Pilkada di Belitung Timur, maka yang menang nomor…? Lalu dijawab audien nomor satu, itu adalah saya. Itu merupakan ungkapan harapan agar Pilkada di Belitung Timur bersih,” ujarnya.

“Ucapan itu saya lakukan secara spontan, kepada massa yang hadir dalam kampanye terbuka,” sambung Amel disaksikan oleh sejumlah masyarakat yang hadir saat persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Amel menegaskan, pada saat dia orasi, tak pernah menjelekan atau menghasut pasangan calon lain. Seperti pasal yang didakwakan terhadap dirinya. Adanya kasus ini, dia pernah diminta keterangan di Kejari Beltim.

“Pada saat dimintai keterangan saya merasa tertekan. Sebab, hampir 90 persen yang melakukan pemeriksaan adalah jaksa,” ungkap Amel di hadapan Ketua Majelis Hakim Himelda Sidabalok. (kin)