Bestiandy Akui Reklamasi Pantai Air Saga Belum Miliki Perizinan

by -
Bestiandy Akui Reklamasi Pantai Air Saga Belum Miliki Perizinan
Suasana sidang kasus reklamasi Pantai Air Saga di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (5/3). 

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Petinggi PT BMMI Bestiandy Rhusianto dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung dalam sidang kasus reklamasi tanpa izin yang dilakukan oleh terdakwa Toni Irawan.

Sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi kasus reklamasi pantai Air Saga ini digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Senin (5/3). Selama satu jam Bestiandy dicecar pertanyaan oleh Hakim maupun Pengacara Toni Irawan.

Bestiandy Rhusianto juga merupakan terdakwa dugaan kasus reklamasi yang dilakukan oleh korporasinya PT BMMI (pemilik Hotel Bahamas). Saat ini kasusnya masih bergulir di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan yang diketuai Himelda Sidabalok, Bestiandy menjelaskan, sebelumnya dia sudah diperiksa oleh penyidik lingkungan hidup mengenai kasus itu.

Dalam kasus ini, dia mengakui telah diperiksa lantaran adanya dugaan kasus reklamasi tanpa izin yang dilakukan oleh Toni Irawan di bibir pantai yang berlokasi di kawasan Jalan Pattimura, Air Saga.

Dia menjelaskan, sebelum adanya kasus reklamasi pantai keduanya telah bertemu. Di depan Bestiandy, Toni menawarkan penaludan di lokasi. Ketika itu Bestiandy menanyakan perizinan. Namun, kata Toni belum ada.

Katanya perizinan akan segera diselesaikan. Namun pada saat proses reklamasi tahun 2017 hingga sekarang, izin tersebut belum ada. Dalam pembangunan tersebut pihak perusahaan mengeluarkan dana Rp 1 miliar lebih.

Menurut Bestiandy, dalam proses pembangunan dia tidak melihat adanya hutan bakau di lokasi, atau kerusakan ekosistem. Hanya saja ada sedikit keluhan dari masyarakat mengenai adanya masalah jalan. “Tapi semua sudah diselesaikan,” kata Bestiandy.

Sementara itu Toni Irawan membenarkan semua apa yang diungkapkan Bestiandy. Sebelumnya, Toni Irawan didakwa Kejaksaan Negeri Belitung dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 98 Ayat (1) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup joncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Kedua Pasal 98 Ayat (1) joncto Pasal 116 Ayat (2) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup joncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Ketiga perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 109 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 KUHP Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup joncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP. (kin)