BI Gelar Edukasi Keuangan Bagi UMKM dan Guru

by -
Kepala Kantor Perwakilan BI, Bayu Martanto memberikan kenang kenangan kepada Asisten I Bupati Beltim, Peris Nainggolan pada kegiatan edukasi keuangan dan Inklusi Keuangan kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan guru SMA/SMK yang dilaksanakan di gedung Auditorium Zahari Mz Pemkab Beltim, Selasa (31/5) kemarin.
Kepala Kantor Perwakilan BI, Bayu Martanto memberikan kenang kenangan kepada Asisten I Bupati Beltim, Peris Nainggolan pada kegiatan edukasi keuangan dan Inklusi Keuangan kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan guru SMA/SMK yang dilaksanakan di gedung Auditorium Zahari Mz Pemkab Beltim, Selasa (31/5) kemarin.

MANGGAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar edukasi keuangan dan Inklusi Keuangan kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan guru SMA/SMK. Kegiatan ini  dilaksanakan di gedung Auditorium Zahari Mz Pemkab Beltim, Manggar, Selasa (31/5) kemarin.

Kepala Kantor Perwakilan BI, Bayu Martanto mengatakan bahwa edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat memahami produk-produk keuangan serta resiko-resikonya termasuk juga bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Dengan demikian, diharapkan masyarakat akan lebih bisa mengelola atau mengakses lembaga keuangan lebih baik, dan besar kemungkinannya untuk menjadi lebih sejahtera dibandingkan dengan masyarakat yang belum mengakses lembaga keuangan.

“Lembaga keuangan itu sangat penting karena memiliki peran besar dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saat ini di Indonesia  baru 36 persen yang memiliki rekening dengan lembaga keuangan dan hanya 13 persen saja yang juga sudah menggunakan jasa pembiayaan di lembaga keuangan formal. Sebetulnya angka ini masih kecil,namun melalui kegiatan ini kita berharap angka masyarakat yang mampu mengakses lembaga keuangan bisa terus meningkat dan makin lebih baik,” ungkap Bayu.

Diakui Bayu, pada era kejayaan sektor tambang di Babel, masyarakat sudah bisa mengelola keuangan dengan baik dengan memberikan cadangan untuk modal usaha. Namun saat ini diperlukan edukasi keuangan yang lebih intens kepada masyarakat agar dapat lebih mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu diharapkan dari para pelaku UMKM ini untuk dapat lebih mampu menyisihkan uangnya dari hasil usahanya dengan memanfaatkan lembaga keuangan yang ada. Dengan menyimpan kelebihan uang di lembaga keuangan, maka uang yang ada tersebut bisa di putar dan menghidupkan roda perekonomian masyarakat.

Di sisi lain Bupati Beltim Yuslih Ihza melalui Asisten I Pemkab Beltim, Peris Nainggolan menyambut baik kegiatan edukasi keuangan bagi pelaku UMKM dan guru SMA/SMK. Sebab, hal ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang lembaga keuangan dan produk keuangan, sehingga masyarakat bisa mengetahui tantangan ke depan mengenai keuangan.

“Pemkab Beltim menyambut baik dilaksanakannya edukasi keuangan bagi pelaku UMKM dan guru-guru SMA/SMK. Sehingga nantinya diharapkan meningkatkan pemahaman tentang lembaga keuangan dan produk keuangan, selain memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik,” singkatnya. (feb)