Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) pada Kanker Tiroid

by -

oleh: dr. Tjandra Kristiana, S.Ked*
 
            Karsinoma tiroid atau yang disebut keganasan pada kelenjar gondok merupakan keganasan di bidang endokrin yang paling sering ditemukan, yaitu sekitar 90% dari seluruh keganasan endokrin. Pada tahun 2004 American Cancer Society memperkirakan 22.500 kasus baru karsinoma tiroid ditemukan di Amerika Serikat, dengan perbandingan wanita dan pria 3:1.
            Pada pemeriksaan awal, umumnya didapatkan keluhan berdebar, berkeringat banyak, cepat lelah, berat badan turun, sering buang air besar, sulit tidur, dan rambut rontok. Sebagian pasien tidak mempunyai keluhan lain, mereka datang berobat dengan keluhan kosmetik atau kekhawatiran akan timbulnya keganasan. Biasanya keganasan tiroid tidak memberikan gejala yang berat, kecuali keganasan jenis anaplastik cepat membesar bahkan dalam hitungan minggu dan kadang diikuti munculnya suara serak. Biasanya pembesaran tiroid tidak disertai rasa nyeri, kecuali timbul perdarahan ke dalam nodul atau bila kelainannya adalah tiroid akut/subakut.
            Pertumbuhan benjolan yang cepat, konsistensi yang keras, dan melekat ke jaringan sekitarnya, serta terdapat pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher merupakan tanda- tanda keganasan, terutama jenis tiroid yang tidak berdiferensiasi. Langkah pertama yang dianjurkan adalah menentukan status fungsi tiroid dengan memeriksa kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan thyroxine (T4) bebas. Pada keganasan tiroid, umumnya fungsi tiroid normal. Tetapi perlu diingat bahwa abnormalitas fungsi tiroid baik hiper/hipotiroid tidak dengan sendirinya menghilangkan kemungkinan keganasan.
            Metode diagnostik untuk mengevaluasi benjolan tiroid antara lain biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH), ultrasonografi (USG), sidik tiroid, dan Computed Tomography (CT scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI), serta penentuan status fungsi melalui pemeriksaan kadar Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan hormon tiroid. Diagnosis pasti suatu benjolan kelenjar tiroid adalah dengan pemeriksaan histopatologi jaringan yang diperoleh dari hasil eksisi (pengambilan jaringan melalui metode operasi). Terdapat satu metode pemeriksaan yang cepat (sekitar 60 menit) dengan memeriksa sediaan jaringan tiroid segar atau yang disebut dengan frozen section.
            Biopsi aspirasi jarum halus (BAJAH) bermanfaat sebagai metode diagnostik prabedah dengan biaya yang relatif terjangkau. BAJAH juga tidak memerlukan anestesi lokal. Di Amerika Serikat diperkirakan 25.000 kanker tiroid terdiagnosis diantara sekitar 250.000 BAJAH. Pada populasi dunia, diperkirakan terdapat 0,5-10 kasus per 100.000 penduduk menderita benjolan pada kelenjar tiroid. Sembilan dari sepuluh benjolan ini bersifat jinak. Benjolan yang bersifat ganas memerlukan terapi secepatnya, sedangkan yang jinak dapat diprogram lebih lanjut, bahkan beberapa kelainan jinak diberi terapi secara medikamentosa.
            Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH) atau yang juga dikenal dengan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) pertama kali diperkenalkan oleh Martin dan Ellis pada tahun 1930, yang menggunakan teknik jarum aspirasi 18G. Tetapi, cara ini tidak banyak digunakan karena dikhawatirkan akan terjadi perdarahan dan cancer seeding oleh karena menggunakan jarum yang diameternya besar. Setelah para ahli hematologi di Institut Karolinska Swedia mengembangkannya dengan menggunakan jarum halus 23-25G ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti. Tehnik BAJAH bertujuan untuk mendapatkan sel dan cairan pada massa tiroid. Diperlukan keterampilan pengambilan aspirasi BAJAH yang baik dan benar, agar diperoleh sampel yang adekuat. Pada prinsipnya BAJAH bertujuan untuk memperoleh sampel sel-sel tumor tiroid yang teraspirasi melalui penusukan jarum ke jaringan nodul tiroid. Untuk itu dibutuhkan jarum steril dengan diameter sangat kecil (23-25G) serta semprit. Pertama kelenjar tiroid harus dipalpasi secara hati-hati dan nodul diidentifikasi dengan baik dan benar. Kemudian, pasien ditempatkan pada posisi terlentang dengan leher menengadah, untuk mempermudah tempatkan bantal pada bawah bahu pasien. Pasien tidak diperbolehkan menelan, bertanya, dan bergerak selama prosedur. Perlu diinformasikan juga kepada pasien bahwa prosedur ini tidak memerlukan anestesi lokal.  Setelah mengidentifikasi nodul yang akan diaspirasi, kulit tersebut dibersihkan dengan alkohol. Jarum ditusukkan 10-15 kali tanpa mengubah arah, selama 5-10 detik. Setelah jarum dicabut dari nodul, jarum dilepas dari sempritnya dan sel-sel yang teraspirasi akan masih berada di dalam lubang jarum. Kemudian isi lubang ditumpahkan keatas gelas objek. Buat 6 sediaan hapus, 3 sediaan hapus difiksasi basah dan dipulas dengan Papanicoulau. Sediaan lainnya dikeringkan di udara untuk dipulas dengan May Gruenwald Giemsa/Diff Quick. Kemudian setelah dilakukan BAJAH daerah tusukan harus ditekan kira-kira 5 menit, apabila tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan, daerah leher dibersihkan dan diberi small bandage. BAJAH sangat aman, tidak ada komplikasi yang serius selain tumor seeding, kerusakan saraf, trauma jaringan, dan cedera vaskular. Mungkin komplikasi yang paling sering terjadi adalah hematoma, ini disebabkan karena pasien melakukan gerakan menelan atau berbicara saat tusukan dilakukan. Teknik BAJAH aman, sederhana, tanpa komplikasi, murah, dan dapat dipercaya, serta dapat dilakukan pada pasien rawat jalan dengan resiko yang sangat kecil. Teknik BAJAH menggunakan jarum halus 25G, lebih halus dari jarum yang digunakan untuk pengambilan darah. Dengan BAJAH, tindakan bedah dapat dikurangi sampai 50% kasus.
  *)Dokter Umum di RSUD Belitung Timur.