Bisnis Bunga Hias, Untung Bisa Rp 5 Juta per Hari

by -

Meski terlihat sederhana, namun berbisnis tanaman hias memberikan keuntungan yang cukup besar. Hal ini karena bisnis bunga hias tergolong masih jarang di Kota Mataram, NTB.
==FERIAL AYU, Mataram==

Melintasi jalan baru di Lingkungan Dakota Kelurahan Rembiga, Mataram, terdapat banyak tempat kuliner menarik. Nah, di sekitar jalan tersebut juga terdapat beberapa pusat tanaman hias. Seperti milik Sunarti yang terlihat begitu asri meski dekat dengan jalan raya.

Sekitar April tahun lalu, wanita yang akrab disapa Narti tersebut singgah di Pulau Lombok, tepatnya di Kota Mataram. Itu merupakan pertama kalinya ia menginjakkan kaki di kota metropolitan di NTB tersebut.

utama-edisi-01-april-2017-bisnis-bunga
Sunarti menunjukkan bunga Agronema yang paling banyak diminati pembeli. Foto: Ferial/Lombok Post/JPNN.com

Sebagai perantau, ia tentunya perlu mendirikan sebuah usaha untuk bertahan hidup. Wanita asal Jawa tersebut mulai melihat peluang yang bisa dikembangkan di perkotaan seperti Kota Mataram. Dia mengamati gencarnya pembangunan taman untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemerintah Kota Mataram pun memerlukan banyak bunga untuk mempercantik wajah kota. Belum lagi banyaknya hotel di Kota Mataram dan sekitarnya, seiring dengan pesatnya perkembangan wisata di NTB. Tanaman hias juga sangat dibutuhkan. Namun tak banyak orang yang membudidayakan tanaman hias. Narti pun melihat peluang besar ini. Bersama sang suami, Narti mulai mencoba membudidayakan tanaman hias.

Beragam bunga pun ia tanam. Mulai dari Agronema, Bugenvill, jenis Kerokot dan lainnya. “Yang lagi ngetren saat ini jenis Agronema,” akunya.  Agronema merupakan jenis tanaman sejuk. Tanaman hias ini tidak memiliki bunga namun memiliki harga yang cukup fantastis. Yakni mulai dari Rp 100 ribu ke atas. Jenisnya pun beragam. Mulai dari Agronema Snow White, Agronema Aurora, dan lainnya.

Selain memiliki harga yang cukup mahal, perawatan bunga ini juga terbilang susah. Penyiramannya saja harus dilakukan setiap hari. Bunga hias ini sangat rentan terhadap air hujan. Hujan membuat bunga ini cepat layu dan mati. Sebab itu untuk membuatnya bertahan hidup, bunga ini perlu disiram air untuk menghilangkan efek air hujan. “Air hujan itu keras buat bunga ini,” ucapnya.

Selain penyiraman, pencahayaan pun harus diperhitungkan. Bunga ini tidak boleh terkena sinar langsung. Jadi penyimpanannya pun harus ditempat yang memiliki sedikit cahaya matahari. “Kesulitan dalam adaptasi dengan cuaca,” tukasnya.  Untuk itu, ia harus rutin melakukan pengontrolan. Termasuk juga untuk pupuk.Pemupukan bunga hias di tempatnya beragam. Tergantung jenis bunga yang ditanam.

Wanita 41 tahun ini mengaku berjualan bunga hias di Kota mataram cukup menguntungkan. Meski belum setahun berjualan, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 juta per harinya. Terlebih lagi pada saat ada proyek. Baik itu proyek taman dari Pemerintah kota, perhotelan, hingga perumahan. Untuk membuat taman saja, ia bisa meraih keuntungan hingga dua kali lipat. Hal ini dikarenakan bunga disediakan sendiri olehnya. Ia mengaku saat ini hampir setiap hari ia memperoleh order bunga untuk taman.”Bisnis ini sangat menjanjikan,” tandasnya. (r5)