BKPSDM Belitung Ingatkan, Tes SKD Bagi CPNS Wajib Tepat Waktu. Telat 5 Menit Sistem Tertutup

by -
BKPSDM Belitung Ingatkan, Tes SKD Bagi CPNS Wajib Tepat Waktu. Telat 5 Menit Sistem Tertutup
Ilustrasi Tes SKD. Foto: ISTIMEWA

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jadwal Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kabupaten Belitung akan dilaksanakan tanggal 18 hingga 22 Februari 2020.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung, Saprin, tes SKD dilaksanakan selama 5 hari. “Kita ada 75 unit komputer, dalam 1 hari ada 5 sesi kecuali hari jumat,” katanya kepada belitongekspres.co.id, Rabu (22/01/2020).

Selanjutnya, kata Saprin, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan jadwal tes SKD bagi masing-masing peserta. Panitia seleksi daerah sekarang ini baru mempersiapkan jadwal untuk penetapan pelaksanaan SKD tersebut.

Selain itu, untuk pelaksanaan SKD ini sedang dalam persiapan panitia seleksi daerah. “Kami baru mempersiapkan berkas dan belum melakukan pengumuman terhadap pelaksaan SKD ini, Ya tidak besok, lusa sudah kami umumkan melalui website bkpsdm,” terangnya.

Adapaun jumlah peserta CPNS yang mengikuti SKD ada 1.780 orang. Sehingga panitia daerah membagi jadwal pelaksanaan SKD ini selama lima hari. Rinciannya satu sesi pelaksanaan SKD sebanyak 75 orang peserta.

Saprin juga mengatakan, ada yang perlu diperhatikan oleh peserta CPNS dalam tes SKD, yaitu sebelum melakukan melakukan tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) tersebut.

Peserta tidak boleh telat, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. 60 menit atau satu jam sebelum pelaksanaan SKD dimulai. Maka peserta sudah harus berada di kantor BKPSDM, hal ini dikarenakan ada registrasi peserta, pengarahan dari panitia seleksi serta pemberian password untuk login.

“Ini yang perlu dan penting. Kenapa seperti itu? karena kalau telat, peserta tidak bisa lagi ikut SKD ini. Soalnya waktu login yang diberikan hanya lima menit saja, lewat lima menit tidak bisa melanjutkan, dan itu sudah tersistem di dalam program,” terangnya.

Menurutnya, sistem saat ini berbeda, yaitu sistem yang menolak peserta untuk ujian jika mereka telat. Kalau sistem dahulu diperbolehkan mengikuti ujian, namun waktunya tidak ditambah.

“Jadi saat mau ujian pukul 08.00 atau pas jam sesi mereka, dan jika mereka belum berada di kursi mereka, lalu peserta datang telat di atas 5 menit, maka sistemnya tertutup,” terangnya.

Adapun berkas yang harus dibawa yaitu, KTP, Ijazah, dan Kartu ujian untuk diperlihat ke Panitia. Selain itu, peserta memakai baju kemeja berwarna putih dan celana hitam, serta menggunakan sepatu hitam. “Untuk alat tulis dan kertas buram sudah disiapkan panitia di meja komputer ujian,” ujarnya.

Editor: Subrata
Reporter: Doddy Pratama