BLHD Himbau Tidak Bakar Lahan

by -1 views

*Melanggar, Bisa Dipidana 10 Tahun Penjara dan Denda Maksimal 10 Miliar

MANGGAR – Setelah pihak pemadam kebakaram (Damkar), Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kembali menghimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara pembakaran. Sebab, musim kemarau panjang, bisa menyebabkan kebakaran mudah meluas tanpa terkendali.

Kepala BLHD Beltim, Arba’i melalui Kabid Bina Lingkungan dan Konservasi SDA, Dakoni menjelaskan himbauan ditujukan kepada Camat dan Kepala Desa serta ditembuskan kepada SKPD terkait.

“Kita tembuskan kepada Dinas Pertanian dan Kehutanan agar segera ditindaklanjuti. Dan kepada melalui Damkar melalui Satpol PP untuk melakukan penindakan,” ujar Dakoni, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/8) kemarin.

BLHD, ungkap Dakoni, juga menghimbau Camat dan Kades untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, kebakaran akan menimbulkan pencemaran udara dan kerusakan hutan dan lahan.

“Sengaja atau tidak disengaja, kebakaran lahan tetap merugikan. Karenanya masyarakat harus sadar bahwa membakar lahan dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan hidup secara umum,” tegasnya.

Mempertegas himbauan, BLHD juga mengacu pada Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dijelaskan dalam pasal 69 ayat (1) bahwa setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Jungto pasal 108, akan dipidanakan dengan penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp. 10 milyar,” sebut Dakoni.

Untuk itu, BLHD meminta Camat dan Kades benar-benar menyampaikan himbauan agar masyarakat memahami aturan.

“Memang ada orang yang suka membakar lahan. Tugas kitalah memberikan sosialisasi dan menghimbau masyarakat agar kejadian tidak berulang setiap tahun,” tukasnya.

Sementara itu, menambahkan himbauan BLHD, Kepala Satpol PP Beltim, melalui Kasi Damkar, Heryono mengingatkan masyarakat tidak membakar di dekat pemukiman penduduk. Selain dilarang, kebakaran dikhawatirkan merambat ke rumah-rumah terdekat.

“Khawatirnya kalau kebakaran dekat pemukiman atau kawasan hutan kota sehingga dapat menyebabkan kerugian warga,” ujar Heryono.

Selain itu, Damkar memiliki keterbatasan personil dan peralatan. Kejadian kebakaran yang lebih dari 1 titik lokasi akan menyulitkan pembagian personil dan peralatan.

“Anggota Satpol PP memang banyak, tapi personil Damkar cuma satu peleton. Kita tentu juga menghimbau masyarakat tidak membakar hutan dan lahan dimusim seperti sekarang ini,” tutupnya. (feb)