BLK Adakan Rakor Pelatihan Kerja 2021, Ajak 20 Stakeholder di Belitung

by -
BLK Adakan Rakor Pelatihan Kerja 2021, Ajak 20 Stakeholder di Belitung
Foto bersama usai Rakor Pelatihan Kerja 2021 di Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung, Kamis (28/1).

belitongekspres.co.id, SIJUK РBalai Latihan Kerja ( BLK) Belitung melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pelatihan Kerja dengan stakeholder tahun 2021. Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah MZ Hendra Caya mewakili Bupati Belitung H. Sahani Saleh, bertempat di Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung, Kamis (28/1).

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya mengatakan, dengan diadakan Rakor ini diharapkan untuk mengembangkan potensi Belitung, khususnya kepariwisataan, yakni tenaga kerja yang mengarah ke pariwisata.

“Misalnya Perhutanan sosial, itu butuh pelatihan yang dilaksanakan BLK terkait itu, apalagi Belitung sudah UGG, gimana para pekereja kita di Hutan Sosial atau HKM kita harus menyesuaikan,” kata Hendra Caya kepada Belitong Ekspres usai menghadiri Rakor.

Sejauh ini kata Hendra, peran BLK dalam membangun Belitung melalui pelatihan tenaga kerjanya cukup luar biasa. Sebab, banyaknya masyarakat Belitung yang menerima pelatihan dari BLK tersebut.

“Sudah banyak yang dilatih, tahun ini aja hampir 500 orang yang dilatih itu luar biasa. Kalau Pemkab kan mungkin tidak sebanyak itu, tapi kita sinergikan program kita dengan BLK Belitung,” jelasnya.

Sementara itu Kepala BLK Belitung Rahmad Faisal mengungkapkan, rapat koordinasi dengan stakeholder ini untuk mewujudkan pelatihan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta kebutuhan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Desa Wisata.

“Kita melakukan pelatihan itu yang bermanfaat dan dibutuhkan, jangan nanti yang kita latih “overlapping” dengan kebutuhan,” katanya.

Apalagi kata Faisal, saat ini di Belitung banyak event-event nasional yang akan dilaksanakan. Salah satunya kegiatan Masata yakni direncanakan 1200 orang dari seluruh Indonesia akan datang ke Belitung.

“Kita sudah ngumpulkan 12 Desa untuk kita buat one village, one product. Jadi kita harapkan ketika event itu, desa itu punya produk yang bisa dijual untuk peserta Masata itu,” paparnya.

Maka dari itu, Faisal berharap setelah Rakor tentunya ada program atau pelatihan yang dibutuh saat ini, misalnya untuk Pengembangan Desa Wisata atau lainnya. “Tadi disampaikan pak Sekda, ada master plan yang akan disiapkan dalam waktu dekat ini, nah kita akan berkoordinasi juga dengan PIC-nya, kira-kira apa yang bisa kita bantu untuk program itu,” terangnya.

Rakor tdiikuti oleh 20 stakeholder terkait seperti Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung, Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Beltim, Dinas Pariwisata Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung, UPTD BLK Dinas Tenaga Kerja Provinsi Babel, IHGMA, PCPI, FKLPI-D, Asita, Masata dan lain-lainnya. (dod)