BLK Belitung Cetak SDM Unggul Dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi

by -
BLK Belitung Cetak SDM Unggul Dengan Pelatihan Berbasis Kompetensi
Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Siti Kustiati didampingi oleh Bupati Belitung H. Sahani Saleh dan unsur Forkopimda Belitung meninjau peserta pelatihan.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Balai Latihan Kerja (BLK) Belitung menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) program Barista, Office Administration Assistant, Front Office Receptionist, Pengolahan Ikan, Pengolahan Buah, Pembuatan Roti dan Kue.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Bina Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Siti Kustiati didampingi oleh Bupati Belitung H. Sahani Saleh dan unsur Forkopimda Belitung bertempat di Balai Latihan Kerja Belitung, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Selasa (21/7).

Kepala BLK Belitung, Rahmad Faisal mengatakan, pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin dan etos kerja peserta pelatihan pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai jenjang kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Selanjutnya dijelaskan Faisal, PBK tahap 1 program barista, lama pelatihan 180 jam pelatihan, program front Office Receptionist lama pelatihan 180 jam pelatihan, Program Office Administrative Assistan 280 jam pelatihan.

Kemudian PBK tahap ke II yaitu program pengolahan ikan dengan lama pelatihan, program pengolahan buah dan pembuatan rotu dan kue, dengan lama pelatihan 140 jam pelatihan. “Jumlah keseluruhan ada 6 paket dengan jumlah peserta 96 orang, terdiri 16 orang setiap program pelatihan,” katanya.

Sementara, Bupati Belitung, H. Sahani mengatakan, BLK ini sebagai kebanggaan bagi Belitung, karena ini satu-satunya BLK yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “BLK ini dapat menjadi wadah pengembangan SDM pariwisata daerah, apalagi BLK ini sudah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup representatif, didukung dengan tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya. Ini harus kita dukung dan manfaatkan,” katanya.

Kata Bupati Belitung yang karib disapa Sanem itu, saat ini gerbong ekonomi daerah bukan lagi tambang, tapi sudah mengacu pada sektor pariwisata. Untuk itulah lanjut Sanem, Pemkab harus merubah mindset dan beriorientasi pada pengembangan lokomotif pariwisata.

“Belitung memiliki keanekaragaman kekayaan alam, namun hal ini hanya akan menjadi sia-sia, jika tidak didukung dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal,” ujar Sanem.

Maka dari itu, lanjut Sanem, kehadiran BLK ini akan sangat berguna bagi peningkatan keterampilan, sekaligus pengembangan bakat dan minat generasi muda secara profesional. “Kita berharap mereka bisa kreatif dan inovatif sehingga kedepan, SDM Belitung memiliki keahlian yang bisa menunjang kehidupan yang layak menuju ekonomi mandiri,” terangnya.

Direktur Bina Pemagangan mewakili Dirjen Binalattas, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Siti Kustiati, mengatakan bahwa saat ini salah satu prioritas pembangunan adalah fokus pada peningkatan kualitas SDM. “Untuk itulah, BLK sebagai ujung tombak pengembangan SDM. BLK hadir dengan membuka link and match dunia industri,” ujarnya.

Siti menjelaskan, ada beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian dalam memasuki dunia kerja, di antaranya kedisiplinan, penerapan budaya kerja, karena kadang kala dengan ketersediaan SDA yang beragam, ada SDM yang kecenderungan tidak memiliki daya juang. Maka dari itu, BLK hadir sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM unggul.

“Mari kita berkolaborasi, agar SDM Belitung bisa mengisi pangsa pasar di Belitung. Kami butuh komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Belitung untuk bisa bekerja sama mengembangkan BLK Belitung sebagai lokomotif penciptaan kreasi, inovasi dan kreatifitas SDM untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja agar bisa bersaing dipasar global,” jelasnya.

Kemudian Siti meminta, kepada peserta pelatihan untuk serius mengikuti pelatihan, jangan takut untuk menyampaikan ide-ide, agar dapat mengeluarkan potensi dan kreativitas yang dimiliki. “Untuk adik-adik peserta pelatihan, ketika punya ide, sampaikan saja pada instrtuktur, kita berlatih disini bukan seperti pendidikan, kita berdiskusi dengan instruktur, dan menyampaikan ide-ide kreatif yang diinginkan,” terangnya.

Dengan demikian kata siti, setelah pelatihan diharapkan peserta pelatihan bisa berwirausaha dan berkreativitas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga. “Manfaatkan lah kesempatan berlatih di BLK, untuk dapat menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk dapat bersaing di pasar kerja global,” pungkasnya. (dod)