BLK Belitung Dorong Pengembangan Desa Wisata, Hadirkan Kades Pujon Kidul

by -
BLK Belitung Dorong Pengembangan Desa Wisata, Hadirkan Kades Pujon Kidul
Foto bersama peserta dan FGD Pengembangan Desa Wisata Dengan Kemitraan Tahun 2020 di Swiss-Belresort Belitung, Rabu (16/12) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Balai Latihan Kerja (BLK) Belitung melakukan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata Dengan Kemitraan Tahun 2020. Kegiatan ini bertempat di Swiss-Belresort Belitung, Rabu (16/12) kemarin.

Peserta FGD Pengembangan Desa Wisata dengan kemitraan berjumlah 25 orang peserta yang berasal dari beberapa dinas terkait, stakeholder, pelaku wisata dan lainnya. FGD dibuka Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie didampingi Kepala Desa Wisata Pujon Kidul, Malang Jawa Timur, Udi Hartoko dan Kepala BLK Belitung, Rahmad Faisal.

Menurut Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie FGD ini bertujuan sebagai wujud untuk sambung rasa dan solusi. Yaitu, dengan membawa beban, gagasan dan dikolaborasikan guna menghasilkan satu rumusan, inspirasi serta langkah kedepannya.

“FGD semacam ini sangat penting. “Kita terimah kasih ke BLK, telah mewadahi itu, dan menghadirkan Kepala Desa Wisata Pujon Kidul Malang Jawa Timur. Ini Kades teladan yang berhasil membangun desanya dari tidak ada apa-apa, menjadi desa yang penghasilan luar biasa,” kata Isyak Meirobie kepada Belitong Ekspres.

Menurut Isyak, Desa Wisata Pujon Kidul Malang Jawa Timur itu, keterlibatan masyarakatnya tinggi dan tidak merubah budaya awalnya sebagai petani, tetapi ibu-ibunya menjadi pelaku wisata. “Jadi kita harus belajar untuk bertransformasi,untuk ditahun yang akan datang,” sebutnya.

Dia memprediksi, di tahun 2021 nanti akan menghadapi tahun yang tidak biasa. Di mana di tahun itu kebutuhan pasar yang berbeda, serta bagaimana memperlakukan konsumen dengan cara yang berbeda pula.

Maka dari itu, untuk Desa wisata sangat penting dalam hal “packaging”. Karena kesan pertama wisatawan pasti melihat kemasan, sehingga menarik untuk datang. “Ketika wisatawan datang, dia punya ekspektasi bagus, tapi ketika lihat tidak sesuai foto. Nah ini harus benar-benar dilakukan, karena ekspektasi publik itu berbeda,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BLK Belitung Rahmad Faisal mengatakan pariwisata merupakan sektor yang berkembang pesat serta strategis sebagai sumber pendapatan dan devisa Nasional. Juga sebagai pencipta kesempatan kerja dan usaha, sekaligus sebagai media untuk melestarikan nilai – nilai budaya dalam arah pembangunan pariwisata, terutama dilihat sebagai penggerak ekonomi.

“Kegiatan ini dalam rangka peningkatan dan pengembangan desa wisata di kabupaten Belitung,” katanya.

Menurut Faisal tujuan pelaksanaan FGD ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengembangan dan potensi-potensi yang ada di desa wisata. Mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), kemitraan, potensi daerah serta kendala yang akan dihadapi.

“FGD Pengembangan Desa Wisata dengan Kemitraan dilakukan dengan metode presentasi atau paparan oleh narasumber dan diskusi bagi seluruh peserta atau stakeholder,” sebut Faisal.

Kemudian ditambahkan Faisal tujuan dilaksanakan FGD Pengembangan Desa Wisata adalah untuk menjaring kemitraan dalam pengembangan desa wisata dan mengeksplore potensi-potensi yang ada di desa tersebut. (dod)