BMKG Mengingatkan Megawati pada Gus Dur dan Dansa di Bengkulu

by -
BMKG Ingatkan Megawati pada Gus Dur dan Dansa di Bengkulu
BMKG Ingatkan Megawati pada Gus Dur dan Dansa di Bengkulu
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima anugerah kehormatan Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan. Foto: Fathan Sinaga

belitongekspres.co.id, JAKARTA – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pelopor Penguatan dan Modernisasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk Kemanusiaan dan Lingkungan.

Penghargaan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini mengingatkan Bu Mega kepada peran Presiden RI Keempat (Alm) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Megawati sendiri tak menyangka dirinya akan mendapatkan anugerah itu dan baginya, itu tak mungkin terjadi bila dahulu dirinya tak ditugaskan oleh Gus Dur.

Penghargaan itu sendiri diberikan atas dedikasi Megawati yang berhasil memelopori bangkitnya kemampuan negara dalam menghadapi berbagai ancaman negara demi keselamatan masyarakat.

Mega mengenang, keputusan memodernisasi BMKG memang dikeluarkan saat dirinya menjabat presiden. Namun, penugasan awalnya justru dari Gus Dur saat menjadi presiden dan Mega masih wapres.

“Saya agak bernostalgia. Tadi dikatakan keputusannya dibuat saya sebagai presiden. Namun, penugasannya ketika saya menjadi wapres. Jadi penugasan oleh Presiden Gus Dur,” kata Megawati.

Dia mengingatkan, saat itu Indonesia mengalami keprihatinan mendalam akibat resesi dunia 1997. Saat itu, negara betul-betul tidak memiliki uang dan harus mengurusi ratusan perusahaan kolaps dan macet lewat BPPN.

Megawati mengaku dirinya tak terlalu suka mendapat penugasan yang begitu berat oleh Gus Dur. Selain soal menangani bencana, dirinya juga harus menangani berbagai konflik horizontal yang terjadi. Untungnya, dalam menghadapi tugas berat itu, ada sosok Bambang Kesowo di Kementerian Sekretariat Negara.

Dari Bambang itulah, Megawati diajak memasuki dunia tersebut, hingga mengetahui bahwa BMKG saat itu hanyalah sub bidang di dalam struktur Departemen Perhubungan. Megawati pun langsung menyadari menangani berbagai bencana tidak akan mungkin mantap bila struktur seperti itu dipertahankan.

Megawati lalu langsung menghadap ke Gus Dur untuk menyampaikan hal itu. “Saya bilang. Kalau berdua saya omongnya akrab. ‘Mas, saya tak terima tugas ini kalau tak bisa diubah (struktur, red) ini,” jelas Megawati.

Kepada Gus Dur, Megawati mengatakan badan yang baru harus dibangun dan berada langsung di bawah presiden ketika melaksanakan tugasnya. Gus Dur langsung menyetujui semua yang disampaikan Megawati. “Itulah awal mulanya saya membangun BMKG,” katanya.

Perjalanan memodernisasi BMKG itu sebenarnya tak mudah. Berbagai hambatan dirasakan, khususnya menyangkut pendanaan. Untungnya, menurut Megawati, Gus Dur selalu memberikan dukungan.

Megawati mengingat momen ketika dirinya ikut turun ke lapangan. Saat itu di Bengkulu, dirinya diminta kembali karena gempa kemungkinan akan terjadi. Mengetahui itu, Megawati sebagai wakil presiden justru menolaknya.

“Saya bilang tak boleh. Jadi saya ikut membantu mengeluarkan orang keluar rumah sakit. Ternyata gempanya betul. Saya waktu itu bawa orang transfusi, saya sama dia seperti dansa karena bergoyang-goyang,” kata Megawati sambil menirukan tubuh yang bergoyang akibat gempa. (tan/jpnn)

Artikel ini sudah pernah dimuat di jpnn.com dengan judul: BMKG Membuat Megawati Terkenang Gus Dur dan Teringat Dansa di Bengkulu