BMKG Pastikan Asap Dari Kalimantan

by -

*Nelayan Dihimbau Tak Melaut, Prediksi Sampai Akhir September saat Musim Hujan Tiba

TANJUNGPANDAN-Gumpalan asap yang menyeliputi Pulau Belitong seharian ini merupakan asap kiriman dari Pulau Kalimantan, yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut diungkapkan Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteologi Tanjungpandan Ridwanto, kepada Belitong Ekspres, Jumat (18/9) kemarin.

Pantauan Belitong Ekspres di beberapa lokasi di Kawasan Tanjungpandan terlihat, mulai pagi hingga sore hari, kabut asap tebal menyelimuti hampir sebgaian besar wilayah Belitung. Bahkan, para pengendara roda dua dan roda empat lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya, meksi jarak pandang relatif masih aman.

Ridwanto menjelaskan, kabut asap tebal yang berada di Pulau Belitung merupakan asap kiriman dari Pulau Kalimantan. Di antaranya, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Sebelumnya asap ini sudah tercium sejak kemarin (Kamis,red). Namun, asap dari Kalimantan ini belum terdeteksi lantaran, Belitung kemarin ada kebakaran hutan di dua titik kebakaran di daerah Membalong dan Belitung Timur,” ujar Ridwanto.

Puncaknya, pada hari Jumat kemarin pagi asap tersebut memasuki Pulau Belitung lantaran terbawa angin. Dijelaskan, Ridwanto saat ini kondisi cuaca masih memasuki angin tenggara. Jadi, asap tersebut terbawa angin memasuki Belitung.

Menurut Ridwanto asap tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya bagi kesehatan manusia, asap ini dinilai sangat berbahaya bagi nelayan yang hendak melaut. Sebab, kondisi jarak pandang saat ini hanya 600 meter.

“Sementara jarak pandang di darat masih bisa dibilang sedikit aman. Sebab, jarak pandangnya¬† 700 meter. Namun, adanya asap ini dapat menganggu kesehatan, khususnya bagi yang terkena asma,” katanya.

Pada sore hingga malam hari diprediksi akan semakin gelap. Sebab, kondisi kelembaban asap ini mencapai 50 derajat celcius. Belum bisa dipastikan sampai kapan kondisi asap ini akan hilang dari Pulau Belitung. Sebab saat ini masih musim kemarau, sehingga potensi mengurangi tingkat kepekatan asap tak bisa terjadi secara alami.

“Prediksi hingga akhir September asap ini akan berakhir menyelimuti Belitung. Sebab, pada akhir-akhir September, Belitung di prediksi akan turun hujan, meski hanya relatif dikit. Namun, dengan adanya hujan bisa dipastikan asap akan hilang,” jelasnya.

Ridwanto meminta kepada para nelayan agar tidak melaut sementara waktu ini. Sebab, itu dapat membahayakan keselamatan apalagi saat ini masih musim angin tenggara. “Dan untuk masyarakat yang hendak melintas di jalan agar menggunakan masker. Sebab, asap ini sangat berbahaya,” pungkasnya.(kin)