BNNK Belitung Gelar Raker P4GN

by -

*Dorong Terbentuknya Satgas Anti Narkoba di Masyarakat

(Kanan) Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat BNNK Belitung Teguh Junanto disaat memaparkan materi Rapat Kerja kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan.
(Kanan) Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat BNNK Belitung Teguh Junanto disaat memaparkan materi Rapat Kerja kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan.

TANJUNGPANDAN- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung menggelar Rapat Kerja (Raker). Raker ini mengusung tema “Peningkatan Peranan dan Partisipasi di Lingkungan Masyarakat, Dalam Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Peyalahggunaan, Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”.

Raker yang bertempat di ruang rapat Hotel Billiton itu, diikuti sebanyak 30 orang peserta dari berbagai perwakilan berbagai organisasi di Kabupaten Belitung. Seperti, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)Kabupaten Belitung, Ormas-ormas Islam, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Kelompok Peduli Masyarakat. Ada pula perwakilan dati Badan Perwakilan Desa (BPD).

Di dalam melaksanakan pemberdayaan di lingkungan masyarakat, agar bebas dari peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Media Keluarga serta Organisasi Masyarakat.

“Raker ini, guna untuk menentukan berbagai program yang akan dilaksanakan, serta pendataan lingkungan masyarakat yang nantinya akan dilaksanakan pemberdayaannya,” kata Kepala BNNK Belitung AKBP Harun Sani kepada Belitong Ekspres, Selasa (27/9) kemarin.

Kata Kepala BNNK Belitung, di bidang P4GN ini peran tokoh masyarakat sangat diperlukan, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Sebab, untuk melaksanakan kerjasama operasional perlu dorongan dan peran serta dari masyarakat itu sendiri.

“Untuk melakukan pengumpulan data survey dilapangan perlu dorongan dari masyarakat. Apalagi lagi dalam konteks melawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Misalnya dengan melakjukan pergerakan-pergerakan tindakan sosial (aksi sosial,red),” tegasnya.

Harun menjelaskan dalam menyusun rencana aksi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan lingkungan masing-masing. Untuk itu, harus bersinergi disaat menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat, agar target yang diingin bisa dicapai.

“BNNK Belitung, akan memberikan dorongan dan terbentuknya satuan tugas (satgas,red) anti narkoba di lingkungan masyarakat. Kita berencana untuk melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di P4GN, meliputi life skill dan pendidikan kesehatan,” jelasnya.

Sedangkan pemberdayaan berbasis kepemudaan, rencannaya BNNK Belitung akan mengadakan pelatihan-pelatihan di bidang P4GN. Sehingga terbentuk generasi pemuda yang sehat jasmani dan rohani, berbudi luhur dan takwa kepada TuhanYang Maha Esa.

“Kita akan mengajak mereka menjadi pelopor dalam pelaksanaan. Caranya dengan berkoordinasi dengan pelayanan Terapi dan Rehabilitas BNNK Belitung, orang yang sehat adalah orang-orang yang beriiman,” pungkasnya. (mg2)