BNNK Berpendapat Acung Bukan Pengedar?

by -

*Barang Bukti Tak Kuat untuk Jerat Pelaku

TANJUNGPANDAN-Menanggapi tuntutan Kejaksaan Negeri Tanjungpandan, di persidangan kasus narkoba terdakwa Edi alias Acung yang dituntut pasal 127 ayat 1, sebelumnya Pasal 112, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belitung Jumdi MPd, angkat bicara.
Menurutnya, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan sangat tepat mengalihkan atau merubah Pasal 112 ke 127. Sebab, untuk barang bukti tidak terpenuhi. Pasal 112 adalah mengedarkan, memiliki dan menyimpan jenis narkoba.
“Barang bukti yang diamankan adalah bong, serta beberapa alat sisa pemakaian sabu. Selain itu, polisi mengamankan timbangan. Itu tidak cukup bukti untuk dijatuhkan ke Pasal 112,” ujar Jumdi kepada Belitong Ekspres, Kamis (30/7) kemarin.
Dijelaskan Jumdi, syarat penyidik menerapkan Pasal 112 di antaranya memiliki barang seperti sabu-sabu, selain itu, jika Acung dikatakan pengedar, polisi harus menemukan barang bukti seperti pelanggan atau pembeli yang mengakui mereka dapat barang tersebut dari Acung.
“Sedangkan barang bukti yang diamankan hanya bong dan beberapa alat yang digunakan untuk nyabu. Dan dalam persidangan, dia mengakui barang tersebut digunakan dirinya sendiri,” kata Ketua BNN.
Mengenai masalah dugaan adanya uang dan timbangan digital. “Itu belum bisa dinyatakan barang bukti, masalah uang, semua orang juga punya uang. Masalah timbangan, itu hak pribadi orang untuk memilikinya,” pungkasnya. (kin)