BNNK Bilang Tramadol Bisa Merusak Saraf

by -

*Jika Dikonsumsi Secara Berlebihan Tanpa Resep Dokter

TANJUNGPANDAN-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung AKBP Harun Sani, dan Kelapa Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Irfani Mauran, mengaku resah dengan adanya peredaran obat tramadol (TM) yang dijual bebas.

Sebab, obat yang diperuntukan sakit pinggang ini disalah gunakan salah gunakan untuk mabuk-mabukan. Menurut AKBP Harun Sani, efek tramadol sangat berbahaya jika dikonsumsi secara besar.

Efeknya bisa memabukan seperti mengkonsumsi obat terlarang lainnya, di antaranya inex. Bahkan, obat itu jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi tanpa resep dokter bisa merusak syaraf otak, hingga menjadi linglung.

Kepala BNN Belitung ini meminta kepada para orang tua dan guru untuk mengawasi anak muridnya. Sehingga kejadian ini tak terulang kembali. “Kami berharap, penyalagunaan obat ini tak terulang lagi, dan pelaku harus diberi hukuman berat,” kata AKBP Harun Sani.

Untuk mencegah hal ini terulang kembali, dalam waktu dekat ini BNN Kabupaten Belitung akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dan juga, AKBP Harun Sani, mengundang unsur terkait untuk membahas masalah ini.

Katanya, banyak hal yang harus dilakukan para pelajar untuk mencegah penyalagunaan obat itu. Salah satunya mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berbuat positif untuk meraih prestasi.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Irfani Mauran, dia awalnya mengaku tak mengetahui adanya informasi itu. Kepala Dinas Pendidikan meminta kepada para kepala sekolah di Belitung agar mengawasi muridnya.

Dia menyesalkan adanya peristiwa ini. Katanya, obat yang seharusnya digunakan untuk mengobati rasa sakit disalah gunakan sebagai alat memabukan. Apalagi, obat itu dijual belikan secara bebas.

Irfani berpesan kepada para siswa-siswi agar tidak terjerumus. “Lakukan yang terbaik, hindari penyalagunaan obat. Serta harus berteman dengan orang baik, sehingga akan menjadi manusia yang baik,” kata Irfan.

Untuk aparat penegak hukum harus tegas menindak masalah ini. Sehingga, pelaku tidak menjual obat sembarangan, apalagi dikalangan pelajar. “Untuk Dinas Kesehatan, juga harus melarang peredaran obat ini. Jika harus membeli harus menggunakan resep,”pintanya.

(kin)