BNNK Himbau Jangan Konsumsi Serbuk Kratom, Karena Efeknya Seperti Kokain

by -
Kepala-BNNK-Belitung-Dik-Dik-Kusnadi
Kepala BNNK Belitung Dik Dik Kusnadi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Meski penggunaan serbuk Kratom belum dilarang dalam undang-undang, Kepala BNNK Belitung Dik Dik Kusnadi mengimbau masyarakat tidak mengkonsumsi barang berbahaya yang dapat menyebabkan kecanduan tersebut.

“Terkait munculnya jenis narkoba baru ini, namun belum masuk dalam daftar bahan berbahaya yang dilarang undang-undang, yakni serbuk daun kratom. Kratom dapat memberikan efek sedatif seperti narkotika,” ujar Dik Dik kepada Belitong Ekspres Selasa (28/1).

Dia kembali mengatakan, walaupun belum ada undang-undang untuk menjerat pengguna narkoba jenis baru ini, tetapi masyarakat harus menghindarinya. Karena dampak dari serbuk Kratom ini bila dikonsumsi seperti opium dan kokain.

“Prosesnya tidak bisa dilakukan karena belum diatur dalam undang-undang. Tetapi hal-hal yang terjadi di lapangan pasti pemerintah tidak akan diam pasti akan dilakukan uji lab apa yang sebenarnya terkandung di dalam daun kratom ini,” kata Dik Dik kepada wartawan.

Di Indonesia, kratom telah dimasukkan ke dalam daftar New Psychoactive Substances (NPS) oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN). Hanya saja, kratom belum dicantumkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 tahun 2014.

Kata dia, hingga saat ini, masih banyak pro kontra mengenai kratom, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Meski belum masuk dalam daftar yang dilarang, namun dampak negatif yang dirasakan pengguna hampir sama dengan narkoba Iainnya.

Dik Dik berharap pemerintah bisa hadir dalam melindungi masyarakat, bukan hanya narkotika saja, tetapi zat adiktif harus pula disikapi bersama. BNN akan menyikapi setiap adanya perkembangan jenis obat-obatan yang disalahgunakan.

“Saya akan menyikapinya, sama dengan jenis-jenis lain yang disalahgunakan. Jadi kedepan apapun tawaran dan bujuk rayu kedepan kita bisa mengatakan tidak pada narkoba. Untuk remaja jangan mau dijadikan bahan ekperimen, ingat nyawa itu cuma satu,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, Iembaga penegak hukum khusus memerangi narkoba Amerika Serikat, Drug Enforcement Administration (DEA) menyatakan mengkonsumsi kratom berlebih dapat menyebabkan gejala psikotik dan kecanduan psikologis.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Belitung mengamankan 4 orang pemuda yang diduga mengedarkan dan menkonsumsi serbuk Kratom, Senin (27/1) sekitar pukul 21.45 WIB. Keempat pemuda tersebut yakni MR, WF, ES, dan AN, masing-masing warga Kecamatan Tanjungpandan.

Diketahui WF merupakan pemakai dari Kratom dan MR sebagai pengedar. Sedangkan ES dan AN hanya sebagai kerabat dari MR yang sempat diduga pemakai dari serbuk berwarna hijau muda itu. Kronologis penangkapan, awalnya Satpol PP sudah memata-matai seorang pemakai, yakni WF yang kedapatan menkonsumsi serbuk ini. (fg6)

Editor: Yudiansyah