Bocah 14 Tahun Digarap 10 Kali, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

by -
Bocah 14 Tahun Digarap 10 Kali, Pelaku Terancam 15 Tahuh Penjara (2)
Ilustrasi (Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Unit PPA di Sat Reskrim Polres Beltim berhasil mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya sebut saja Kenanga (14), bocah tamatan SD itu telah dicabuli oleh pelaku inisial D (21) yang merupakan warga Desa Baru Kecamatan Manggar.

Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Ferrey Hidayat, SIK membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan surat laporan nomor LP / B 246 / XI / 2019 / Babel / Res Beltim, tanggal 22 November 2019, perbuatan tak senonoh dilakukan pelaku kepada Kenanga hingga 10 kali.

“Kejadian yang pertama terjadi di rumah pelaku. Kejadian yang kedua sampai ke sembilan terjadi di penginapan Padang Mandiri. Selanjutnya kejadian yang kesepuluh terjadi pada hari sabtu (19/11.2019), di Penginapan DENA Dusun Padang Desa Padang Kecamatan Manggar,” ungkap AKP Ferrey Hidayat kepada belitongekspres.co.id, Jumat (29/11/2019).

Kejadian ke sepuluh terungkap berawal saat pelaku mengajak Kenanga pergi ke penginapan DENA sekitar pukul 21.00 WIB. Di penginapan inilah pelaku melakukan perbuatan layaknya suami istri yang terakhir kalinya. Setelah pulang ke rumah, korban menceritakan hubungan terlarang itu kepada orangtuanya.

Mendengar cerita dari korban, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Beltim pada Jumat (22/11). Mendapat laporan, jajaran Satreskrim Polres Beltim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, tanpa perlawanan.

“Karena korban merasa status hubungannya dengan pelaku bukan pacar, sehingga korban menolak. Namun, pelaku memaksa korban masuk ke dalam penginapan. Lalu setelah masuk kamar pelaku memaksa korban untuk melakukan perbuatan tersebut,” ulas AKP Ferrey.

Saat ini pelaku ditahan di Sel Tahanan Polres Beltim guna pemeriksaan oleh Kanit PPA Bripka Agustiawan. Tersangka terjerat Pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 12 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UURI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.