Bonhar “Narkoba” Tak Berkutik

by -

*Para Saksi Kuatkan Bukti Kepemilikan Narkoba

TANJUNGPANDAN-Terdakwa kasus penyalagunaan narkoba di Belitung Bonhar, tak bisa berkutik saat saksi-saksi mebeberkan kronologis penangkapan dan penemuan barang bukti narkoba. Sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (2/12) kemarin.

Sidang yang terbuka untuk umum dipimpin Hakim Ketua Sarudi SH, didampinggi Hakim Anggota Khalid Soroinda SH dan Mahendra Adhi Purwanta. Ada tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan.

Dua di antaranya adalah anggota polisi yakni Briptu Juanda dan Briptu Safwan. Selain itu, sidang ini juga menghadirkan Kepala Desa Air Raya Amirulloh yang juga sebagai saksi, saat pengerebekan oleh polisi.

Dari keterangan Juanda, dia mengatakatan, pada saat itu dirinya mendapat tugas langsung dari Wakapolres Belitung Kompol Muslim Nanggala untuk mengerebek tempat yang digunakan menyimpan narkoba oleh Bonhar.

Tempat tersebut, adalah kontrakan Bonhar di Jalan Ahmad Dahlan Air Raya. Setelah mendapat tugas itu, dirinya bersama anggota polisi melakukan pengerebakan di lokasi. Setiba di lokasi, Juanda bersama rekan-rekannya mengedor pintu rumah Bonhar. Namun, saat itu pintu tersebut tidak terbuka.

Akhirnya, dia berusaha masuk melalui lantai dua rumah Bonhar melalui tangga yang berada di samping kediaman terdakwa. Setelah berada di lantai dua, dia berusaha masuk melalui jendela, namun Bonhar berteriak maling-maling.

Setelah mendengar teriakan tersebut, dia langsung turun dan menemui Kades yang pada saat itu berada di bawah kontrakan oknum pecatan polisi ini. Saat polisi berunding dengan Kades dan Pemilik Rumah kontrakan, Juanda mendengar adanya lemparan dari belakang kontrakan Bonhar.

“Bunyi tersebut sangat jelas. Sebab, atap samping rumah Bonhar adalah seng. Setelah itu, kita lihat dan polisi menemukan sejumlah narkoba jenis shabu dan alat timbang,” ujar Juanda dihadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Tumpal Sitinjak.

Setelah mengamankan barang tersebut, akhirnya polisi masuk kedalam rumah Bonhar. Setelah masuk anggota polisi ini memeriksa tempat-tempat yang ada di dalam rumah terdakwah. Saat pemeriksaan polisi hanya menemukan semacam benda mirip bong (penghisap sabu) yang disimpan di samping kasur Bonhar.

“Pelaku langsung diamankan di Polres Belitung. Usai diamankan, terdakwa dilakukan tes urine oleh BNN Kabupaten Belitung. Dari hasil ini, Bonhar terbukti positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” kata Briptu Juanda dan juga di Katakan Briptu Safwan.

Sementara itu, Kades Air Raya Amirulloh mengatakan, sebelum penangkapan dirinya didatanggi para anggota polisi berpakaian preman. Polisi ini menceritakan, adanya pengedar narkoba di lokasi tersebut. Anggota polisi ini, meminta izin untuk menangkap pelaku.

“Kami dimintai sebagai saksi saat penangkapan. Dan saat penangkapan, saya melihat polisi berusaha masuk kedalam rumah pelaku. Akhirnya, polisi berhasil mengamankan sejumlah narkoba dan alat hisap serta timbangan,” katanya.

Bonhar membenarkan, apa yang diucapkan ketiga saksi ini. Namun, meski begitu, mantan pecatan polisi lantaran kasus narkoba ini, membantah kalau barang haram tersebut milik dia. “Benar yang dikatakan Pak Kades. Tapi, barang itu bukan milik saya,” katanya didampinggi penasehat hukumnyaa, Heriyanto SH.

Terpisah Hakim Ketua persidangan ini Sarudi SH mengatakan, ia mempersilahkan terdakwa Bonhar untuk membantah keterangan saksi-saksi. Namun, tidak untuk saat ini. Sebab, ada waktunya di persidangan mendatang.

“Sedangkan, sidang masih menghadirkan satu orang saksi lagi. Setelah itu, pemeriksaan terdakwa. Sidang dilanjutkan Senin (7/12) mendatang dengan agenda masih pemeriksaan para saksi,” katanya. (kin)