Bos Pabrik Arak Diancam Pidana Lima Tahun Penjara

by -
Bos Pabrik Arak Diancam Pidana Lima Tahun Penjara
Bupati Belitung, Sahani Saleh, saat memimpin razia penggerekan pabrik arak di Kecamatan Sijuk beberapa waktu lalu. Foto: dok/BE

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemilik pabrik arak di Gunung Lalang Desa Aik Seruk Kecamatan Sijuk yang digerebek Bupati Belitung bersama Satpol PP sekitar dua minggu lalu bisa dikenakan pidana dengan ancaman 5 tahun kurungan dan denda paling banyak Rp 3 miliar sesuai UU Perindustrian No 3 Tahun 2019.

Sebelumnya, upaya Bupati Belitung beserta jajarannya untuk menertibkan dan memberantas peredaran Minuman Keras (Miras) mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua DPRD Kabupaten Belitung agar kasus yang banyak menyedot perhatian masyarakat tersebut dapat di usut hingga tuntas.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Belitung Arkani mengatakan, usai melakukan penggerebekan pabrik arak tersebut pihaknya kemudian melakukan upaya dan tindakan untuk mengklarifikasi tentang kepemilikan dari pabrik arak tersebut.

“Kita telah melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang yang awalnya di duga sebagai pemilik pabrik arak tersebut. Lantas, setelah dilakukan pendalaman sesuai hasil keterangan kemudian munculah nama berinisial (S) warga Kelurahan Pall Satu Kecamatan Tanjungpandan,” jelasnya kepada Belitong Ekspres Jumat (24/1) lalu.

Dia mengatakan, kemudian Satpol PP mengirimkan surat kepada pria berinisial (S) tersebut namun hingga saat ini (S) tidak pernah datang untuk memberikan penjelasan dan keterangan.

“Kita sudah melayangkan surat sebanyak 3 kali kepada pria berinisial (S) tersebut perihal klarifikasi dan keterangan. Karena kita tetap menggunakan azaz praduga tidak bersalah akan tetapi (S) tidak pernah datang memenuhi panggilan,” katanya.

Ditambahkannya, untuk upaya pemanggilan secara paksa, pihaknya belum dapat dilakukan hal tersebut karena persolan ini sedang dalam proses dan tahapan penyelidikan untuk mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan.

“Kita akan melaporkan kepada Bupati mengenai langkah dan tindakan yang sudah kita ambil. Artinya sebelum terbukti kita tetap menggunakan azaz praduga tidak bersalah dan kita kan terus melakukan koordinasi dengan Korwas PPNS,” katanya.

Menurutnya, dalam penegakan aturan tidak harus selalu di bawa ke pengadilan, tetapi ada esensial lainya seperti sangsi sosial maupun shok terapi agar kedepannya, jika ada masyarakat yang ingin membuka usaha yang sama siap-siap terbentur dengan hukum jika tidak memiliki perizinan. “Ini skala besar, apa lagi sudah produksi. Sesuai UU Perindustrian No 3 Tahun 2019 bisa dikenakan denda paling banyak 3 Milliar dan kurungan selama 5 Tahun,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (13/1) pagi Bupati Belitung Sahani Saleh bersama Satpol PP Kabupaten Belitung melakukan razia dan penggerebakan pabrik pembuatan arak di kawasan hutan Gunung Lalang perbatasan Desa Aik Seruk Kecamatan Sijuk. Dalam penggerebakan tersebut Bupati dan petugas hanya berhasil mengamankan puluhan ember kosong yang digunakan sebagai peralatan untuk membuat minuman haram tersebut.

Editor: Yudiansyah
Reporter: Rheza