Brengsek! Modal Mabok Curi Duit Kotak Amal

by -
Brengsek! Modal Mabok Curi Duit Kotak Amal
Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma saat mengintrogasi tersangka, Selasa (22/9).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Benar-benar brengsek! Demikian gambaran kelakuan Aidil Adha alias Idil (25) ini. Bagaimana tidak, pria asal Jalan Saidan, ini nekad mencuri uang di kotak amal di RM Padang milik Luthfi, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpandan. Dan duitnya dipakai untuk modal mabok.

Kasus pencurian di RM Padang, tepat di depan Polsek Tanjungpandan ini, terjadi Maret 2020. Selain mencuri kotak amal yang berisi uang kurang lebih Rp 600 ribu, pelaku juga mengambil handphone (Hp) milik korban.  Lama buron, akhirnya Jajaran Polsek Tanjungpandan berhasil meringkus pelaku di kediamannya, Senin (21/9).

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma mengatakan, peristiwa ini berawal dari laporan Luthfi pada Maret lalu. Saat itu, korban melaporkan kotak amal dan Hp miliknya yang ada di warung, hilang.

Usai mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Pekan lalu, pihak kepolisian berhasil melacak Hp milik korban. Hp tersebut dipegang oleh seorang pria bernama Ridho.

“Setelah itu kita interogasi Ridho. Dari pengakuannya, dia mendapatkan Hp tersebut dari Adi. Setelah itu kita lakukan pemeriksaan ke Adi. Dari pengakuan Adi dia mendapatkan Hp tersebut dari Putra,” kata Ipda I Made kepada Belitong Ekspres, Selasa (22/9).

“Setelah kita cari Putra, dia mengaku mendapatkan handphone tersebut dari Idil saat menawarkan di Facebook Forum Jual Beli Belitung,” sambung pria asal Pulau Dewata ini.

Usai mendengarkan keterangan Putra, Jajaran Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung melakukan pencarian terhadap Aidil. Dan berhasil mengamankan pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.

I Made menjelaskan, dari hasil penyidikan tersangka mengakui perbuatannya. Katanya, saat itu Idil tidak ada niatan untuk melakukan pencurian. Namun karena ada kesempatan, maka dia melakukan tindak kejahatan.

“Saat itu dia nonton voli yang ada di GOR pada malam hari. Saat pulang dia lapar, dan mampir ke rumah makan Padang tersebut. Namun warung tersebut tutup. Lalu korban buang air kecil di belakang warung,” jelasnya.

Setelah buang hajat, lalu ia melihat ke atas warung ada jendela yang rusak. Di situlah niat jahat tersangka muncul. Akhirnya Idil memecah jendela tersebut, dan masuk ke dalam warung. Hingga akhirnya dia mengambil barang berharga milik korban.

Seperti uang di kotak amal dan juga ada Hp. Usai mencuri dia langsung kabur. Hingga akhirnya, keesokan harinya korban membuat laporan resmi ke Polsek

Tanjungpandan. “Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 ke 5 KUHPidana Tentang Pencarian. Ancaman hukumannya lima tahun penjara,” pungkas I Made.

Sementara itu, Idil pria yang bekerja serabutan. mengakui perbuatannya. Dia membenarkan apa yang diungkapkan pihak kepolisian. Namun, pelaku berkilah tidak ada niatan untuk melakukan pencurian.

Kepada polisi, Idil menjelaskan uang hasil pencurian digunakannya untuk mabuk dan makan sehari-hari. “Uangnya untuk makan. Sisanya untuk minum-minum (mabok) bersama teman-teman,” katanya. (kin)