BTC Sewenang-wenang

by -

/// Heri : Kami Terima Tiga Tuntutan Pedagang

PANGKALPINANG-Asosiasi pedagang Bangka Trade Center (BTC), Senin (9/3) kemarin mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang. Kedatangan mereka tersebut, guna menyampaikan keberatan atas kebijakan pengelola BTC yang menaikkan tarif servic cas tanpa koordinasi terlebih dahulu, sehingga dianggap sewenang-wenang.
Di hadapan Komisi II, salah satu pedagang AL, menyampaikan, kenaikan tarif cas tersebut tidak masuk akal pada saat kondisi pembeli sepi saat ini. Selain itu, kenaikan tersebut tidak sesuai fasilitas yang disediakan oleh pihak BTC yang dianggap belum maksmial. Ia menilai pengelola BTC sewenang-wenang menaikan tarif, apalagi kalau tidak membayar setiap bulan mereka juga akan didenda. Bahkan kata dia, jika tetap membandel,kios mereka akan disegel.”Padahal sebagian kios tersebut sudah dibeli oleh para pedagang dan sudah menjadi hak milik,”ujarnya.
Dalam pertemuan yang dimediasi oleh anggota Komisi II DPRD tersebut, akhirnya tercapai kesepakatan, dimana pengelola harus menunda kenaikan servis cas. Kenaikan harus ada komunikasi terlebih dahulu antara pengelola dan pedagang. Pengelola harus memberikan pelanyanan maksimal seperti listrik, AC.
“Kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk menunda kenaikan servis cas sampai bulan Maret ini, akan dilakukan komunikasi antara dua belah pihak. Sebenarnya yang menjadi masalahnya adalah pelayanan yang diberikan pihak pengelola BTC,” kata,Wakil Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, Rano dalam kesempatan tersebut.
Rano menjelaskan, dalam kesempatan tersebut pedagang sempat tidak kenal dengan pengelola BTC yang baru. Hal itu kata dia, lantaran pemindahan pengelola dari yang lama ke pihak baru tidak diketahui para pedagang. “Manager BTC itu kan baru 2 bulan lebih, jadi wajar kalau pedagang tidak kenal. Tadi hampir ricuh, karena miss komunikasi. Ada perkataan pengelola yang menyinggung pedagang didalam BTC itu, katanya pemilik kios meminta mengusir PKL yang berdagang diluar kios. Sementara pedagang yang disebut PKL ini tidak terima mereka disebut PKL sebab mereka bukan PKL tadi memiliki konter di dalamnya. Mereka juga membayar sewa ke pengelola BTC tiap bulannya,”terangnya.
Rano menambahkan, berdasarkan keterangan dari pemilik kios mereka juga akan dikenakan denda 40 persen per bulan jika telat membayar sewa kios. “Kita juga tidak tahu aturannya didalam itu bagaimana, karena pemkot saja tidak tau mengenai masalah itu. Sementara mereka yang menempati kios itu ada yang sudah menjadi hak milik,”tukasnya.
Sementara Heri selaku pengelola BTC menjelaskan, pihaknya dari awal akan tetap menaikkan harga servis cas akan tetapi dikarenakan ada miss komunikasi untuk sementara kebijakan tersebut ditunda.”Untuk pertemuan tadi (kemarin-red) intinya kami menerima sepenuhnya ketiga keputusan yang telah ditentukan yaitu masalah kenaikan harga servis cas,akan meningkatkan komunikasi dengan para pedagang dan untuk meningkatkan pelayanan kembali,”imbuhnya.(Cr61)