Buaya Ditangkap, Dilepas Lagi

by -

*Museum Tolak Terima Buaya, Padahal Hendak Menyerang Warga

foto A -dari kiria asep, kapolsek badau AKP Teguh dan Camat Marzuki

FOTO: AINUL YAKIN/NE
HEWAN BUAS: Warga bersama polisi dan Camat Badau Marzuki (paling kanan) saat mengangkat buaya yang sempat menjadi tontotan warga.

BADAU-Buaya yang tergolong hewan buas  ini berhasil ditangkap warga di komplek Perkebunan PT Foresta, di Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Senin (10/3) kemarin. Selain buaya sepanjang  kira-kira tiga meter berkelamin betina itu, ikut ditemukan pula 48 butir telur yang diduga berasal dari buaya betina tersebut.  Anehnya, buaya yang bisa saja melukai atau bahkan memangsa manusia itu justru dilepaskan lagi ke tempat awal penangkapan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres di lapangan menyebutkan, penangkapan buaya tersebut bermula saat Asep (30) Satpam Foresta bersama rekan-rekannya, hendak pergi mancing ke Kolong yang berada sekitar 3 kilometer dari  komplek perumahan karyawan PT Foresta,  Senin (9/3) pukul 11.00 WIB.
Setiba di lokasi mereka dikejutkan dengan adanya buaya yang terlihat berusaha menyerang para “mancing mania” ini. Mengetahui hal tersebut, Asep dan kedua kawannya ini mengatur strategi untuk menangkap buaya yang bisa membahayakan nyawa manusia itu.  Setelah buaya masuk ke jeratan yang dipasang, mereka langsung mengamanakan sehari di lokasi sekitar penangkapan. Keesokan harinya, Selasa (10/3) kemarin, dia menugaskan para anggota satpamnya untuk mengamankan buaya tersebut dengan dibawa ke rumah salah satu karyawan perkebunan.
Asep mengatakan, buaya sekitar tiga meter ini diamankan saat hendak menyerang dirinya bersama kedua rekannya. Menurut pengakuannya, sebelumnya warga sekitar pernah dikejar oleh buaya tersebut.
“Buaya itu, awalnya pernah menyerang warga sekitar, beruntung orang tersebut bisa lari. Selain itu, di tempat tersebut, tidak hanya satu buaya saja, melainkan banyak. Bahkan ada yang lebih besar dari buaya betina ini,” ujar Asep.
Asep menambahkan, setelah dikembalikan buaya tersebut ke alamnya, dia berharap tidak ada lagi buaya yang menganggu warga sekitar. “Apalagi, tempat tersebut dijadikan warga sekitar tempat strategis untuk memancing,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Badau Marzuki mengatakan, untuk pelepasan buaya ini, dia sudah berkordinasi dengan BKSDA dan tokoh masyarakat khususnya Dukun setempat. “Saya sudah kordinasi dengan mereka. Menurut kik dukun, buaya itu harus dikembalikan ke habitatnya. Begitu juga dengan keterangan dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam,Red) Tanjungpandan, hewan ini termasuk dilindungi dan harus dikembalikan ke habitatanya,” ujarnya.
Sebelumnya Kapolsek Sijuk AKP Teguh Setiawan, sudah berkordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Kehutanan Kabupaten Belitung. Kapolsek meminta agar buaya ini ditaruh ke Museum Tanjungpandan (yang ada kebun binatang mini,Red). Namun, permintaan Kapolsek ditolak, lantaran di Museum sudah ada tiga buaya asal Gantung.
Kapolsek Badau menghimbau, agar masyarakat berhati-hati saat mancing di kawasan tersebut. “Kalau bisa masyarakat jangan mancing dilokasi tersebut. Saya juga sudah meminta kepada pengelolah PT Foresta, agar memasang plang himbauan, agar masyarakat tidak mancing di kawasan tersebut,” ujar AKP Teguh.
Seperti diketahui, belum lama ini, seekora buaya menyerang pemancing di sebuah kolong kawasan Pilang. Korban yang juga anggota TNI AU itu harus dirawat intensif karena dijahit sebanyak 50 jahitan di bagian kaki kanan akibat dirobek mulut buaya. Hingga kini buaya yang hampir saja memakan korban nyawa itu, kabarnya terus diburu agar tidak terjadi peristiwa yang memakan korban, baik luka maupun korban nyawa.
Sebelumnya juga ada peristiwa yang lebih mengenaskan. Pemancing di Sungai Sembulu Gantung Belitung Timur ditemukan tinggal 40 persen bagian tubuhnya. Korban dinyatakan  tewas karena diterkan buaya. Baru beberapa hari kemudian jasad korban yang sudah tidak utuh itu ditemukan oleh petugas.(kin)