Budaya Nutok Bumbu Gangan Harus Dilestarikan

by -

//Meski Rekor MURI Belum Tercapai, Tapi Gangan Dipromosikan

foto A. nutok bumbu

Sejumlah murid sekolah dasar (SD) di Kota Tanjungpandan, ikut meramaikan festival nutok bumbu gangan di Pantai Wisata Tanjungpendam, Minggu (8/11) kemarin.

TANJUNGPANDAN-Sebuah kelompok masyarakat berhasil melaksanakan acara Festival Nutok Bumbu Gangan di Pantai Tanjungpendam, Minggu (8/11) kemarin.

Festival ini diharapkan melestarikan budaya nutok (menumbuk,red) bumbu yang biasa dilakukan masyarakat ketika memasak gangan.

Ketua Panitia Nurbaiti Nazalius mengaku tujuan even ini untuk mengenalkan gangan ke tingkat nasional dan internasional. Acara ini sekaligus dalam rangkan HUT Ke-15 Provinsi Bangka Belitung.

“Even ini bagus untuk mengangkat budaya Belitung. Disini juga kami adakan kegiatan kesenian. Insyaallah ini akan dijadikan agenda tahunan,” kata Nurbaiti kepada Belitong Ekspres.

Sayangnya target untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) belum terwujud saat ini. Meski begitu, kata Nurbaiti budaya nutok bumbu harus dilestarikan dan dipromosikan.

Tidak terpecahkannya rekor MURI ada beberapa faktor. Salah satunya ada dua momen bersamaan yang diselenggarakan di Pantai Tanjungpendam. Peserta yang datang beberapa diantaranya merasa acara tersebut tidak jadi.

Lalu ada sebagian peserta yang hanya datang bawa badan saja, tidak membawa alu dan lumpang. Sehingga target melebihi 2050 peserta nutok bumbu gangan tidak tercapai. Ia juga menjelaskan pendaftar sebenarnya banyak. “Iya pesertanya cukup, tapi mereka tidak bawa alu lumpangnya,” jelasnya.

Target untuk melewati rekor 2050 yang telah diukir di Kalimantan belum terwujud. Panitia saat ini tengah mengevaluasi hasil kemarin untuk bahan acara selanjutnya.

“Kedepan kami bisa memotivasi anak-anak Belitong untuk mengikuti festival,” tukasnya.

Sementara Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) mengatakan budaya nutok bumbu gangan menggunakan alu lumpang mesti dilestarikan. Saat ini sudah mulai bergeser, ibu-ibu rumah tangga perlahan mulai meninggalkan budaya itu.

Padahal bagi Sanem, hasil tumbukan bumbu dengan alu lumpang jauh lebih nikmat rasanya dibanding dengan mesin. Ntah apa yang membuat beda, yang jelas rasanya lebih nikmat.

“Ngenggangan nutok bumbu e pakai alu lumpang lebe banyak pahale e. Karene rase e lebe nyaman. Senang juak laki,” kata Sanem. (ade)