Budi: Bangun Pariwisata Tak Bisa Parsial

by -

* Pantai Indah dan Cantik Tak Cukup, Hutan dan Sungai Harus Dijaga

TANJUNGPANDAN-Ketua Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB) Budi Setiawan menyatakan, dalam membangun pariwisata tak bisa bergerak secara parsial (sepotong-sepotong,Red). Sebab, perlu dilakukan secara menyeluruh saling keterkaitan di antara potensi yang ada di Belitung.

“Kita tak bisa hanya bilang bilang laut kita bersih laut kita cantik. Orang hutan jaga hutan orang darat jaga sungai. Makanya kita bergerak dengan program From Ridge to Reef, dari Bukit ke Terumbu Karang,’’ ujar Budi kepada Belitong Ekspres, kemarin

Menurut Budi, dalam menjalankan model ini, maka masyarakat harus bisa merasakan dampak riil dari sebuah pembangunan pariwisata ini. “Dampak dari kondisi laut yang bersih dan cantik, tak lepas dari peran masyarakat di darat dan di hutan-hutan dalam menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya,’’ papar Budi yang kini sedang membuat model pembangunan pariwisata yang seduai dengan potensi dan karifan lokal.

“Jangan kita terjebak dalam eforia, yang merasakan dampak dari pembangunan pariwisata adalah orang di pantai. Padahal, mereka yang hidup di hutan dengan tidak menebang pohon dan mejaga sungai agar tetap bersih, juga sudah menunjukkan perannya yang amat luar biasa,’’ ungkap Budi.

Dijelaskan, saat ini KPLB sedang mengembangkan model pembangunan pariwiasata yang menyatukan tiga potensi. Pertama pembangunan berbasis potensi pantai dan pulau-pulau kecil yang dipusatkan di Pulau Kepayang. Kedua, basis hutan dan sungai yang ada di Gunung Tajam, tepatnya di Batu Mentas dengan flora dan fauna yang ada termasuk hewan langka Tarsius atau Pelilekan. Ketiga, di Selat Nasik, masyarakat Nelayan dan pinggiran pantai diajak ikut aktif menjaga lingkungan, namun tetap bisa mendatangkan kesejahteraan.

“Saya melihat, masyarakat mudah diajak maju. Dikira sulit diatur dan pendidikan rendah. Padahal, kita bisa memberdayakan mereka masyarakat lokal tanpa merubah karakter mereka. Denagn begitu, mereka tak hanya jadi penonton, tapi juga pemain aktif untuk menangkap peluang sektor pariwisata yang sudah menjadi sektor unggulan Kabupaten Belitung,’’ pungkas Budi yang dijadwalkan 7 Desember 2015 mendatang bakal menerima penghargaan dari PBB di Paris.(kin/agu)