Budidaya Ikan Patin di Pulau Belitung Mulai Diminati

by -
Budidaya Ikan Patin di Pulau Belitung Mulai Diminati
Petugas pemijah di UPTD Perikanan sedang membuat perlakuan pada indukan ikan Patin yang akan di pijah. (Foto Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pembudidaya ikan di Pulau Belitung mulai meminati ikan Patin selain jenis ikan yang selama ini menjadi langganan konsumsi masyarakat. Hal ini mendorong UPTD Balai Perikanan Budidaya (BPB), Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menambah ketersediaan bibit ikan patin.

“Ikan Patin termasuk salah satu jenis yang sulit dipijahkan secara alami, karena sulit menciptakan atau memanipulasi lingkungan sesuai dengan habitatnya di alam,” ungkap Parjo, salah seorang pemijah saat ditemui di lokasi pemijahan milik UPTD Perikanan.

Sama halnya dengan pemijahan ikan lainnya, proses pemijahan ikan patin dimulai dari proses seleksi indukan sampai dengan sampai dengan proses pendederan. Indukan betina biasanya berukuran lebih besar dari pejantannya. Secara kasat mata, perut betina lebih menggembung karena berisi telur. Bila diraba agak lembek dibagian perutnya dan kelamin berwarna merah.

Tak cukup memastikan betina bertelur, pemijah juga akan mengecek apakah telur sudah matang dan dianggap bisa di pijah. Untuk mengetahuinya, pemijah menggunakan keteter untuk memeriksa terlebih dahulu. Setelah ditemukan, indukan betina bertelur dan beberapa jantan kemudian dibawa ke Hatchery atau rumah produksi ikan.

“Karena pemijahan buatan ikan patin disuntik dulu dengan hormon dengan dosis sesuai berat badan ikan patin untuk betina dilakukan dua kali penyuntikan selisih waktu suntikan pertama dengan kedua sekitar tujuh jam, sedangkan jantan hanya satu kali,” ujar Parjo.

Proses pemijahan ikan Patin dilanjutkan dengan proses striping atau mengurut telur dari perut indukan patin pada satu wadah yang sudah disiapkan. Perlakuan sama juga dilakukan pada penjantan setelah telur diwadahi kemudian dicampur dengan sperma ikan patin jantan, dan diaduk dengan mengunakan bulu ayam.

Setelah itu dilanjutkan dengan memasukkan telur bercampur dengan sperma kedalam aquarium dan bak fiber yang sudah disediakan. Kualitas air dan suhu ruangan juga berpengaruh pada daya tetas larva ikan. Proses penetasan telur menjadi larva ikan membutuhkan waktu sekitar 24 jam. (msi)

Editor: Yudiansyah