Buku Limau Masuk 5 Besar

by -

MANGGAR – Meski baru seumur jagung, perpustakaan Desa pulau Buku Limau yang digagas Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi Sik, berhasil meraih predikat harapan I dan memastikan masuk ke 5 (lima) besar dalam lomba Perpustakaan Desa se Kabupaten Beltim yang dilombakan oleh 39 Desa, diadakan beberapa waktu lalu. Tak ayal, prestasi tersebut disyukuri seluruh masyarakat Desa Pulau Buku Limau.

Ditemui Belitong Ekspres, Bhabinkamtibmas Buku Limau, Bripda Mustafa (20) mengatakan pencapaian perpustakaan milik Pulau Buku Limau telah menjadi inspirasi bagi warga di sana. Sebagai satu-satunya perpustakaan di pulau, Desa pulau Buku Limau mengubah citra miskin informasi dan pengetahuan menjadi jendela membuka cakrawala.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Meski baru satu bulan lebih, tapi berhasil meraih predikat harapan I dari 39 Desa,” ujar Bripda Mustofa yang juga Bhabinkamtibmas termuda di Indonesia, Selasa (28/4) kemarin.

Sementara itu, Kapolsek Manggar, AKP Morhan S juga merasakan hal yang sama. Sebab, mantan Kapolsek Selat Nasik tersebut merasakan sulitnya meyakinkan masyarakat Buku Limau untuk mendirikan perpustakaan.

“Perpustakaan disana karena gagasan pak Kapolres. Selain itu, adanya nawacita Presiden, yakni terkait kepulauan. Kita tingkatkan sumber daya manusia di wilayah terpencil, sehingga SDM yang ada disana meningkat,” kata AKP Morhan.

Setelah SDM meningkat, Morhan menjelaskan bahwa status masyarakat Buku Limau sebagai nelayan tradisional dalam skala kecil, tapi punya wawasan yang luas. “Kami mengatakan kepada masyarakat Buku Limau, kedepan inilah kesempatan untuk berkembang,” tegasnya.

Hal tersebut juga diamini Sekretaris Desa pulau Buku Limau, Muhammad Gawing. Sebagai aparatur pemerintahan Desa, Gawing menyadari dengan munculnya perpustakaan yang dicetus oleh kapolres Beltim, kini minat baca di pulau berpenduduk 1.194 jiwa itu semakin besar.

“Ada perkembangan minat baca, untuk Kami di daerah terpencil. Apalagi sudah dapat penghargaan, jadi bisalah dipampang di perpustakaan. Ada pengaruh ke masyarakat,” papar Gawing.

Ditambahkannya, rencana kedepan untuk memacu minat baca masyarakat pulau Buku Limau melalui pemberian insentif bagi pengelola perpustakaan.

“Kita sudah bicarakan dengan pak Kades dan disepakati akan kita berikan insentif. Kedepan kita juga akan tambah buku, tapi untuk saat ini, kami juga menerima sumbangan buku dari siapapun yang bersedia menyumbang,” tandas Gawing. (feb)